INSIBERNEWS - Tragedi menyedihkan menimpa dua orang tukang ojek di Kampung Weni, Distrik Mage'abume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Kamis petang (21/11/2024).
Keduanya tewas akibat tembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok militan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Hingga malam hari, jenazah korban belum berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Serangan Rudal Rusia di Dnipro: Hampir 50 Warga Sipil Tewas, AS Sebut ICBM RS-26 Rubezh Digunakan
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan menyatakan, kedua korban yang tewas dalam insiden tersebut masih berada di tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami sangat mengecam tindakan keji ini. Tindakan OPM sangat tidak manusiawi dan melanggar hak asasi manusia," ujar Candra dengan tegas.
Baca Juga: Berupaya Terus Mendorong Pelaku UMKM Naik Kelas, BRI Telah Salurkan KUR Rp158,6 Triliun
Kejadian ini turut mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk aparat keamanan.
Ka Ops Damai Cartenz-2024 Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengonfirmasi pembunuhan tersebut, menyebutkan bahwa dua tukang ojek tersebut tewas dalam serangan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di wilayah Puncak.
Baca Juga: Kalah dari Indonesia, Herve Renard Didesak Mundur sebagai Pelatih Arab Saudi
"Ini adalah tindakan biadab yang jelas melanggar HAM," tambah Candra, yang mengingatkan bahwa kelompok-kelompok semacam ini telah melakukan banyak tindakan kekerasan yang merugikan masyarakat sipil.
Kejadian ini menambah panjang daftar aksi kekerasan yang dilakukan oleh OPM di wilayah Papua.
Baca Juga: Prabowo Subianto Temui Raja Charles III di Istana Buckingham, Bahas Pelestarian Lingkungan
Saat ini, pihak keamanan dan aparat terkait tengah berupaya untuk melakukan evakuasi jenazah korban dan melakukan investigasi lebih lanjut.
Tindakan brutal yang menimpa tukang ojek ini menjadi sorotan, karena tidak hanya merenggut nyawa warga sipil, tetapi juga semakin memperburuk situasi keamanan di Papua yang sudah lama dilanda ketegangan.