Dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Saudi, Waleed bin Abdulkarim El-Khereiji, pertemuan ini juga dihadiri oleh Deng Li dari China dan Majid Takht-Ravanchi dari Iran.
Diskusi berlangsung dalam suasana produktif, menegaskan komitmen ketiga negara untuk menghadapi tantangan bersama.
Pertemuan ini menjadi cerminan keberhasilan diplomasi China yang secara konsisten membangun reputasi sebagai pemain kunci di Timur Tengah.
Melalui pendekatan yang tidak berpihak, Beijing berhasil mempertemukan dua kekuatan regional, yakni Saudi dan Iran, ke meja perundingan.
Upaya ini bukan hanya mengurangi ketegangan, tetapi juga menciptakan fondasi bagi stabilitas di kawasan yang selama ini rawan konflik.
Kesepahaman yang tercapai di Riyadh bukan hanya sekadar diplomasi, tetapi juga simbol persatuan melawan ketidakadilan dan pelanggaran internasional.
Ketiga negara menegaskan bahwa dialog dan kerja sama multilateral adalah kunci untuk menghadapi isu-isu global yang kompleks.