Pernyataan Nikita sejalan dengan sikap anggota DPR RI, Mufti Anam, yang juga mengecam keras tindakan Isa.
Dalam pernyataannya, Mufti menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai agama.
Ia mengingatkan bahwa seorang laki-laki, meski telah menjalani operasi pergantian kelamin, tetap dianggap laki-laki secara lahiriah menurut pandangan agama.
"Apa yang dilakukan Isa Zega adalah bagian dari penistaan agama. Ini harus ditindak sesuai hukum yang berlaku," ujar Mufti.
Baca Juga: Joe Biden Umumkan Bantuan Rp63 Triliun Untuk Negara Miskin, Masa Depan Tergantung Pemerintahan Trump
Mufti menambahkan bahwa tindakan seperti ini tidak hanya melanggar norma agama, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.
Oleh karena itu, ia meminta aparat kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.
Baca Juga: Erick Thohir Dorong Garuda Indonesia Jadi Penghubung Armada Pesawat Nasional
Kontroversi ini telah memicu perdebatan di media sosial dan ruang publik, dengan sebagian pihak mendukung kritik Nikita dan Mufti, sementara yang lain menyerukan pendekatan yang lebih inklusif.
Namun, satu hal yang jelas adalah pentingnya menghormati nilai-nilai agama dan tata cara ibadah dalam melaksanakan ritual keagamaan, terutama di tempat suci.