INSIBERNEWS - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, sedang merumuskan langkah strategis untuk memperkuat posisi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dalam industri penerbangan nasional.
Ia mendorong agar maskapai ini berperan sebagai aggregator, yakni penghubung utama bagi armada pesawat di Indonesia, khususnya untuk memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat.
Saat ditemui di gedung Kementerian BUMN pada Selasa (19/11/2024), Erick mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan menyeluruh terkait kondisi armada pesawat.
Proses ini mencakup inventarisasi jumlah pesawat yang tersedia, kondisi fasilitas pendukung, hingga kemungkinan kolaborasi antar maskapai.
"Kita lagi mapping dulu, ya, jumlah pesawat dan fasilitas yang ada. Ini tahap awal sebelum langkah berikutnya" jelas Erick.
Baca Juga: Cetak Satu Gol Lawan China, Ini Biodata Ko Itakura: Punya Instagram?
Salah satu ide besar yang diusulkan adalah menyatukan kekuatan Garuda Indonesia dengan maskapai-maskapai swasta melalui mekanisme aggregator.
Dengan cara ini, Garuda diharapkan mampu mengkoordinasikan kebutuhan pesawat untuk berbagai keperluan penerbangan nasional.
"Siapa tahu, kita bisa menggabungkan Garuda dan pihak swasta. Jadi ada solusi terpadu untuk kebutuhan armada pesawat di Indonesia" tambahnya.
Baca Juga: Manfaatkan Lahan Sitaan Koruptor? Berikut Fakta Menarik Soal Program 3 Juta Rumah di Era Prabowo
Fokus utama rencana ini adalah memastikan ketersediaan pesawat yang cukup, terutama untuk mendukung pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2025.
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada Kementerian BUMN untuk memastikan kesiapan armada penerbangan nasional, mengingat tingginya jumlah jemaah haji setiap tahunnya.
"Kebutuhan pesawat untuk musim haji itu besar sekali, dan ini harus jadi perhatian serius" kata Erick.