INSIBERNEWS – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro, menegaskan bahwa alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak diwajibkan untuk kembali ke Indonesia usai menyelesaikan studinya.
Menurut Satryo, para penerima beasiswa ini justru didorong untuk berkarya di manapun mereka berada, bahkan jika itu di luar negeri, selama kontribusi mereka dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah global.
Baca Juga: Hary Tanoesoedibjo Nyatakan Dukungan untuk Trump, Saham MNC GROUP Naik Signifikan
“Kami memberikan kebebasan bagi mereka untuk berkontribusi dari mana saja. Kalau mereka memilih berkarier di luar negeri dan mampu menciptakan inovasi yang membawa nama baik Indonesia, itu juga membanggakan,” kata Satryo dalam pertemuan dengan media di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Lebih lanjut, Satryo menambahkan bahwa banyak penerima beasiswa LPDP yang berhasil meniti karier di perusahaan internasional atau melakukan penelitian di laboratorium terkemuka di luar negeri.
Ia menilai bahwa keberhasilan mereka di luar negeri tetap bisa dianggap sebagai kontribusi untuk bangsa.
“Misalnya, mereka menghasilkan inovasi di luar negeri, kita tetap bisa mengatakan bahwa itu karya anak bangsa. Meski dilakukan di luar negeri, bendera merah putih tetap berkibar melalui prestasi mereka,” jelas Satryo.
Ia menekankan bahwa tidak ada kewajiban bagi para alumni untuk kembali ke tanah air setelah studi mereka selesai.
Menurutnya, tidak semua keahlian mereka dapat diserap oleh dunia kerja di Indonesia saat ini, sehingga memaksa mereka kembali justru dapat membatasi potensi mereka.
Baca Juga: Donald Trump Klaim Kemenangan di Pilpres AS, Janji Bawa Amerika ke Era Keemasan
Satryo juga mengungkapkan harapannya bahwa suatu hari nanti ada ilmuwan Indonesia yang meraih penghargaan Nobel atau pencapaian internasional lainnya, meskipun berkarya di luar negeri.
Ia menilai, kontribusi tidak harus dibatasi oleh wilayah, tetapi bisa dirasakan di mana saja.
“Bayangkan ada ilmuwan kita yang berkarya di luar dan akhirnya mendapatkan Nobel. Itu akan tetap menjadi kebanggaan Indonesia,” ungkap Satryo.