INSIBERNEWS - Pasuruan, Jawa Timur, baru-baru ini menjadi sorotan dengan aksi kontroversial sekelompok pemuda yang menggelar acara Sound Horeg di tengah laut!
Meski terlihat meriah dengan dua perahu yang disatukan, sound system besar, dan lampu-lampu berkilauan ala klub malam, acara ini justru memicu kemarahan warga sekitar.
Dengan dentuman musik EDM yang menggema di laut lepas, banyak yang terkejut mendapati suara keras yang meresahkan.
Baca Juga: Ngaku Tiktoker Lalu Borong Rp 4 Juta Belanjaan di Minimarket, Tapi Tak Bisa Bayar!
Para pemuda ini mungkin berpikir bahwa menggelar karnaval di tengah laut adalah ide brilian, tetapi sayangnya, banyak warga yang tidak sependapat.
Suara bising yang terus menerus jelas mengganggu kenyamanan dan ketenangan mereka.
Warga setempat meluapkan kekesalan mereka di media sosial, mengeluhkan betapa mengganggunya acara tersebut.
"Kami ingin menikmati suasana pantai, bukan dihadapkan pada suara gaduh yang tak henti-hentinya," keluh salah satu warga.
Kegiatan seperti ini seharusnya mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekitar, bukan hanya sekadar mencari sensasi.
Baca Juga: Bikin Ngakak! Ojek Online Ngamuk ke Mobil di Padang: Aksi Nekat yang Jadi Viral!
Ironisnya, meskipun banyak protes, kelompok Sound Horeg tampak santai menikmati momen mereka.
Dengan karnaval yang dimeriahkan oleh musik dan suasana riuh, mereka mungkin merasa sudah menciptakan sebuah pengalaman yang unik.
Namun, di balik kegembiraan itu, tersimpan rasa ketidakpuasan dari warga yang merasa haknya terganggu.
Acara semacam ini menyoroti pentingnya komunikasi antara penyelenggara dan masyarakat.
Baca Juga: Serem! Preman Gunung Sindur Ancam Warga dengan Golok, Aksi Nekat di Tengah Penolakan Pabrik!