INSIBERNEWS - Netflix baru-baru ini menuai kritik dari publik setelah sejumlah film bertema Palestina di platform tersebut tiba-tiba hilang.
Dalam waktu yang bersamaan, konflik Israel-Palestina kembali memanas, terutama di wilayah Gaza.
Beberapa pengguna dan kelompok advokasi, seperti Freedom Forward,
mempertanyakan alasan di balik penghapusan ini dan khawatir bahwa langkah tersebut justru memperkecil ruang bagi suara rakyat Palestina.
Baca Juga: Prabowo Berkomitmen Selesaikan Pembangunan IKN dalam 4 Tahun: Target Ambisius atau Realistis?
Freedom Forward, kelompok hak asasi manusia, menyampaikan kekhawatirannya bahwa dengan dihapusnya 19 film bertema Palestina,
Netflix semakin meminggirkan narasi Palestina yang selama ini jarang diangkat di media-media Barat.
Dalam pernyataannya, mereka mengatakan, "Netflix seharusnya melakukan segala hal yang dapat dilakukannya untuk berbagi cerita Palestina dengan dunia."
Freedom Forward menilai bahwa film-film tersebut adalah jendela bagi publik untuk memahami kehidupan warga Palestina di tengah konflik panjang yang mereka hadapi.
Alasan Netflix: Lisensi Kedaluwarsa
Sebagai tanggapan, Netflix mengungkapkan bahwa koleksi film bertema Palestina,
yang pertama kali diluncurkan pada Oktober 2021 dengan total 32 film, memang telah mencapai masa akhir lisensinya.
Netflix menjelaskan, "Seperti biasa, kami terus berinvestasi dalam berbagai film dan acara TV berkualitas untuk memenuhi kebutuhan anggota kami, dan merayakan suara-suara dari seluruh dunia."