news

Serangan Udara Israel Tewaskan Lebih Dari 150 Orang di Gaza Utara dan Lebanon, Krisis Makin Parah

Rabu, 30 Oktober 2024 | 11:48 WIB
Serangan Udara Israel Tewaskan Lebih Dari 150 Orang di Gaza Utara dan Lebanon, Krisis Makin Parah (Photo : AFP)

INSIBERNEWS - Serangan udara yang dilancarkan Israel di Gaza Utara dan Lebanon menyebabkan lebih dari 150 orang kehilangan nyawa, memperparah situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Laporan dari otoritas Gaza menyebutkan bahwa setidaknya 93 warga Palestina tewas dalam serangan yang menghancurkan sebuah gedung lima lantai di Beit Lahiya, Gaza Utara, pada Selasa (29/10/2024).

Baca Juga: Bank Dunia: Harga Komoditas Global Diprediksi Anjlok Pada 2025

Gedung yang diserang itu merupakan tempat pengungsian, menampung banyak keluarga yang kehilangan rumah akibat konflik yang berkepanjangan.

Ismail al-Thawabta, Kepala Kantor Media Pemerintah di Jalur Gaza, mengonfirmasi bahwa bangunan tersebut hancur total, menewaskan puluhan warga yang tak sempat menyelamatkan diri.

Baca Juga: Waduh! Tom Lembong Rugikan Negara hingga Rp400 Miliar Dalam Kasus Dugaan Korupsi

Insiden ini membuat jumlah korban tewas dari serangkaian serangan terbaru terus meningkat, dan banyak korban terluka kini berjuang di tengah fasilitas medis yang semakin terbatas.

Tak hanya Gaza, serangan Israel juga menargetkan wilayah Lebanon timur, tepatnya di Lembah Bekaa, yang menyebabkan setidaknya 60 korban jiwa.

Dampak serangan di Lebanon turut memperkeruh kondisi keamanan di kawasan yang sudah lama mengalami ketegangan akibat konflik Israel dan kelompok bersenjata lokal.

Baca Juga: Kronologi Tom Lembong yang Ditetapkan Menjadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Impor Gula

Di tengah situasi mencekam, pembicaraan gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar tampak belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Meski ada harapan untuk menghentikan eskalasi, para analis memandang bahwa jalan menuju perdamaian masih terjal, terutama mengingat keputusan Israel untuk menghentikan operasi Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Gaza.

Padahal, UNRWA merupakan lembaga penting bagi sekitar 2,3 juta penduduk Gaza yang sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: AS Tuduh Korut Kirim 10.000 Tentara Untuk Latihan di Rusia, Ancaman Baru Bagi Ukraina

Halaman:

Tags

Terkini