news

Berkat Pemberdayaan BRI Kelompok Petani Durian di Pekalongan Makin Berkembang

Jumat, 25 Oktober 2024 | 10:17 WIB
Kelompok Petani Durian di Pekalongan Makin Berkembang Berkat Pemberdayaan BRI (Istimewa)

INSIBERNEWS, Jakarta – Sebagai upaya untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi fokus utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Mendukung sektor pertanian, BRI turut melakukan pemberdayaan klaster durian di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Dengan memanfaatkan banyaknya durian lokal dari Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan yang memiliki kualitas unggul.

Baca Juga: Bukan Pansos, Jhon LBF Siap Berikan Agus 240 Juta Kalau Cabut Gugatan Pratiwi Noviyanthi

Ahmad Baehaqi, sebagai Ketua Kelompok Klaster Durian Lemahabang mengatakan, sejak tahun 2020 durian mulai disilangkan dengan jenis premium seperti Bawor, Musang King, Super Tembaga, dan varietas lainnya.

“Upaya persilangan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas durian lokal, baik dari segi rasa, tekstur, maupun daya tahan,” ujarnya saat mengikuti Bazaar UMKM BRILian di Kantor Pusat BRI, pada Jumat (18/10).

Dengan persilangan ini, diharapkan durian dari Desa Lemahabang dapat bersaing di pasar nasional dan internasional, sekaligus meningkatkan pendapatan para petani dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca Juga: Tak Hanya Menteri HAM, Menteri Transmigrasi Juga Protes Anggaran Kementerian, hingga Singgung Orba

Hal ini mengingat durian hasil persilangan menjadi salah satu komoditas unggulan yang semakin diminati oleh konsumen.

Durian lokal dari Desa Lemahabang Kabupaten Pekalongan Memiliki Kualitas Unggul (Istimewa)

Klaster Durian Lemahabang yang memiliki anggota sebanyak 70 petani durian ini biasa memanen durian sebanyak tiga kali setahun.

Dalam sekali panen bisa mencapai 5 ton, di mana distribusinya terhitung banyak, yakni 7.000 buah durian per hari dengan harga durian yang dibanderol Rp50.000 per kilogram.

“Saat ini, durian di Desa Lemahabang sudah punya pelanggan tetap di Jakarta, Bandung, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, hingga Banyuwangi,” ungkap Baehaqi.

Baca Juga: Kemenparekraf Kini Dipecah Jadi 2 Kementerian, Apa Saja dan Siapa Menterinya?

Halaman:

Tags

Terkini