INSIBERNEWS - Israel kembali melakukan operasi di Jalur Gaza Selatan pada Rabu (16/10/2024).
menurut informasi yang disampaikan oleh pihak Israel, pasukan militernya telah membunuh pemimpin Hamas Yahya Sinwar.
Namun hingga saat ini, belum ada tanggapan apapun dari Hamas mengenai tewasnya Yahya Sinwar.
Baca Juga: Mengaku Tidak Kenal, Pelaku Penyerangan Fans Jessi Ternyata Miliki Kedekatan dengan Jessi!
Dilansir INsibernews dari laman Reuters (18/10/2024), polisi Israel mengklaim telah mengidentifikasi jenazah yang tewas dalam serangan militer Israel.
Pihak Israel mengidentifikasi jenazah dengan menggunakan catatan gigi dan sidik jari.
“Setelah proses identifikasi jenazah selesai, dapat dipastikan bahwa Yahya Sinwar telah dibunuh,” ungkap militer Israel.
Baca Juga: Wow! Negara Sediakan 60 Mobil Mercy S Class untuk Tamu VVIP di Pelantikan Prabowo Gibran
Keakuratan identifikasi catatan gigi dan sidik jari pada jenazah memainkan peran krusial dalam proses forensik, terutama dalam pengenalan identitas individu yang telah meninggal.
Metode ini menjadi andalan ketika identifikasi melalui wajah atau fitur fisik lainnya tidak memungkinkan.
Identifikasi melalui catatan gigi sangat efektif, terutama karena setiap orang memiliki pola gigi yang unik.
Baca Juga: Biodata dan Jejak Cerita Yahya Sinwar Sebagai Pemimpin Hamas di Gaza
Dokter gigi forensik dapat membandingkan struktur gigi dan rekaman dental dengan data yang ada, termasuk rontgen atau catatan kesehatan.