news

Gegara Hujan Deras, Tambang Emas Di Solok Longsor Hingga Tewaskan 15 Orang

Sabtu, 28 September 2024 | 09:30 WIB
Ilustrasi garis polisi (AFP)

INSIBERNEWS - Kecelakaan tragis terjadi di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, ketika sebuah tambang emas mengalami longsor pada sore hari Kamis, 26 September 2024.

Peristiwa ini mengakibatkan 15 orang tewas, mengguncang komunitas setempat dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Baca Juga: Malam Minggu Asik Bareng Doi? Yuk Mampir ke Mall Summarecon Bekasi, Banyak Food Court!

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Irwan Efendi, longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi, yang membuat tanah di area bekas galian tambang lama menjadi tidak stabil.

"Tanah longsor ini terjadi di lokasi tambang yang sudah ditinggalkan oleh penambang sebelumnya," ungkap Irwan dalam keterangan persnya pada Jumat (27/9/2024).

Baca Juga: Tol Jambi - Palembang Siap Diresmikan, Semua Provinsi Di Sumatera Sudah Terhubung Kecuali Sumbar

Korban yang terlibat adalah masyarakat lokal yang mengandalkan pendulangan emas secara manual sebagai sumber penghidupan mereka.

Di tengah derasnya hujan, mereka terjebak dalam bencana yang tak terduga ini, menggambarkan betapa rentannya kehidupan para penambang kecil yang berjuang di area tersebut.

Baca Juga: Ini Head to Head Madura United vs Persib Bandung: Bertemu 30 Kali, Siapa yang Menang?

Pihak BPBD dan tim penyelamat segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan mencari korban yang mungkin masih terperangkap di bawah tumpukan tanah.

Situasi ini menimbulkan keprihatinan mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang kehilangan orang tercinta, tetapi juga bagi masyarakat yang bergantung pada industri tambang untuk kelangsungan hidup mereka.

Baca Juga: Potterheads Berduka, Pemeran Prof McGonagall di Film Harry Potter, Maggie Smith Tutup Usia

Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai para penambang emas tradisional, yang sering kali bekerja dalam kondisi berisiko tinggi.

Kegagalan dalam memperhatikan keselamatan dan risiko lingkungan bisa berujung pada bencana yang merenggut nyawa.

Halaman:

Tags

Terkini