INSIBERNEWS - Kasus child grooming dan pedofil sedang marak terjadi akhir-akhir ini, salah satunya adalah kasus seorang guru di Gorontalo dengan murid yang videonya viral.
Child grooming dan pedofil sering kali dianggap sebagai hal yang serupa, tetapi sebenarnya ada perbedaan yang signifikan antara keduanya.
Meski child grooming dan pedofil berkaitan dengan eksploitasi anak, konsepnya berbeda dalam hal perilaku, proses, dan motivasi pelaku.
Baca Juga: Geram! Bernadya Beri Tanggapan Mengenai Komentar Netizen Berbau Pelecehan pada Unggahannya
Child grooming merupakan proses manipulatif di mana seorang pelaku, yang bisa siapa saja, berusaha membangun hubungan kepercayaan dan kedekatan emosional dengan seorang anak.
Tujuan dari grooming adalah untuk mengeksploitasi anak tersebut, sering kali secara seksual.
Grooming dilakukan secara bertahap, dimulai dengan memberikan perhatian, pujian, hadiah, atau janji yang membuat anak merasa istimewa.
Baca Juga: Keren! Siap Amankan Pilkada, Kini Tim Perintis Presisi Polres Jakbar Dilengkapi Bodycam
Proses ini dapat terjadi secara langsung maupun daring (online), terutama di media sosial atau platform chatting.
Pelaku grooming tidak harus memiliki ketertarikan seksual terhadap anak sejak awal.
Dalam banyak kasus, mereka mungkin melakukannya untuk tujuan ekonomi, seperti perdagangan anak atau pornografi anak, atau bahkan untuk pemuasan kekuasaan dan kontrol.
Baca Juga: Nekat! Pelaku Tawuran Siram Air Keras Kepada Polisi, Diduga Karena Miliki Dendam
Dengan kata lain, child grooming adalah metode atau proses untuk mempersiapkan anak menjadi korban eksploitasi.
Pedofil, di sisi lain, adalah istilah yang merujuk pada individu yang memiliki ketertarikan seksual secara eksklusif atau dominan terhadap anak-anak prapubertas, biasanya di bawah usia 13 tahun.