Sistem pemilihan umumnya mengharuskan pemilih untuk memilih hanya satu calon dalam setiap kategori pemilihan untuk memastikan validitas suara.
Jika semua pilihan dicoblos, kotak suara menjadi tidak valid karena tidak dapat menentukan calon mana yang benar-benar dipilih oleh pemilih.
Baca Juga: Tegas! Rieke Tolak Rencana Pemerintah Lakukan Program Pensiun Tambahan yang Potong Gaji Pekerja
Dalam konteks pemilihan gubernur, mencoblos semua calon berpotensi mengakibatkan suara tersebut tidak dapat dihitung karena melanggar aturan dasar pemilihan.
Hal ini bertujuan untuk menghindari ambiguitas dan memastikan bahwa setiap suara mencerminkan pilihan yang jelas dari pemilih.
Fenomena ini bisa menjadi pelajaran untuk partai politik agar lebih bisa mendengarkan aspirasi dari masyarakat.***