news

Ini Alasannya! Mengapa Mayat di Gunung Everest Dibiarkan Begitu Saja?

Selasa, 3 September 2024 | 15:21 WIB
Gunung Everest (Foto : britannica.com)

Secara hukum, Gunung Everest berada di wilayah Nepal dan Tibet, yang masing-masing memiliki peraturan tentang penanganan mayat di area tersebut.

Etika juga berperan, beberapa pendaki dan pendaki yang selamat menganggap bahwa mayat yang terjebak di Everest merupakan bagian dari lanskap gunung yang keras dan tidak ingin mengganggu proses alami atau menghormati tradisi pendakian yang sudah ada.

Baca Juga: Daftar Atlet Peraih Medali di Paralimpiade Paris 2024 untuk Indonesia: 1 Emas, 3 Perak, dan 2 Perunggu

5. Risiko Kesehatan

Evakuasi mayat di Everest juga melibatkan risiko kesehatan bagi para pendaki dan tim penyelamat. Menghadapi lingkungan yang keras dan potensi kontaminasi dari mayat bisa berbahaya. Proses ini memerlukan perhatian medis khusus, yang sering kali tidak tersedia di ketinggian ekstrem.

Baca Juga: Bukan Mobil Mewah, Paus Fransiskus Naik Innova Zenix Pelat SCV1 Selama Kunjungan di Indonesia

Mayat di Gunung Everest sering kali dibiarkan karena kombinasi kondisi ekstrem, biaya tinggi, prioritas keselamatan, serta isu hukum dan etika.

Meskipun situasi ini adalah aspek yang tragis dari pendakian Everest, keputusan untuk meninggalkan mayat sering kali diambil dengan mempertimbangkan risiko dan keterbatasan yang ada.

Halaman:

Tags

Terkini