news

Tolak Maju Pilkada Jawa Barat, Anies Baswedan : Saya Tidak Mau Jadi Calon Drop-dropan

Senin, 2 September 2024 | 20:33 WIB
Terkuak alasan kenapa Anies Baswedan tolak maju Pilkada Jawa Barat (YouTube Najwa Shihab)

INSIBERNEWS - Anies Baswedan yang sempat akan diusung PDI Perjuangan untuk maju di Pilkada Jawa Barat, akhirnya menolak dengan tegas.

Karena Anies Baswedan memiliki alasan tersendiri kenapa tidak mau maju Pilkada Jawa Barat.

Rencana PDI Perjuangan mengusung Anies Baswedan pada Pilkada Jawa Barat adalah setelah Anies Baswedan tidak jadi diusung oleh partai tersebut di Pilkada Jakarta.

Baca Juga: Selebgram Lampung: Regita Cisillia Meninggal Dunia Akibat Mobil Brio Merahnya Tertabrak Kereta Api

Meskipun Anies Baswedan berterimakasih kepada PDI Perjuangan yang telah melakukan obrolan dengannya dan meminta untuk maju di Pilkada Jawa Barat tetapi Anies lebih memilih untuk menolak.

PDI Perjuangan sendiri menawarkan untuk mengusung Anies Baswedan di Pilkada Jawa Barat adalah agar Anies Baswedan tetap bisa memberikan pengaruh terhadap masyarakat meski bukan di Jakarta.

Dilansir InsiberNews dari kanal YouTube Najwa Shihab (2/9/2024), alasan pertama Anies Baswedan tolak maju Pilkada Jawa Barat adalah karena Anies tidak mau menjadi calon gubernur drop-dropan.

Baca Juga: Geng WNI yang Meresahkan Warga Jepang Ternyata Joker Mode Aksi Bullying di Pabrik?

Karena ia merasa warga Jawa Barat tidak memiliki aspirasi seperti warga Jakarta yang menginginkan Anies Baswedan untuk memimpin.

“Satu, saya nggak mau jadi calon drop-dropan, bukan aspirasi rakyat Jawa Barat, tidak ada DPW (Dewan Pengurus Wilayah) yang mengusulkan, tidak ada rakyat yang meminta,” ungkap Anies Baswedan.

“Kalau di Jakarta, rakyat Jakarta meminta, di survei ada angkanya lebih dari 40%. Kemudian di dalam DPD, DPW ada yang mengusulkan,” tambahnya.

Baca Juga: Unggahan Terbaru Azizah Salsha, Usai Tunaikan Ibadah Umroh, Main Golf dan Skydiving di Dubai

Sedangkan alasan lainnya adalah karena tidak adanya panggilan dari warga Jawa Barat, hal ini tentu berbeda dengan warga Jakarta yang sudah pernah dipimpin Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta periode 2017-2022.

Halaman:

Tags

Terkini