INSIBERNEWS - Pidato Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) selalu menarik.
Kali ini pidato Megawati kembali menarik perhatian karena dengan berani mengatakan pengecut kepada suatu pihak.
Pidato tersebut Megawati lakukan pada Pengumuman Bakal Calon Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah PDIP tahap 3.
Baca Juga: Mengungkap Alasan di Balik Tingginya Pengangguran di Indonesia dan Solusinya
Dilansir InsiberNews dari kanal YouTube PDI Perjuangan (27/8/2024), Megawati membahas masalah politik Indonesia saat ini yang dinilai dalam keadaan berbahaya.
Karena politik dan juga sistem hukum sudah melupakan etika dan moral, sekaligus hati nurani.
Hal ini merujuk pada situasi dimana diduga putusa DPR mengenai UU Pilkada merupakan perintah dari suatu pihak yang ingin menguntungkan dirinya sendiri.
Baca Juga: Ayah Dari Almarhumah Aulia Risma Lestari Dokter PPDS UNDIP, Moh. Fakhuri Telah Meninggal Dunia
Megawati juga mengatakan situasi Indonesia akan semakin berbahaya jika yang melakukan kecurangan-kecurangan tersebut adalah pemimpin negara.
“Betapa sangat sangat sangat sangat berbahayanya sistem hukum yang melupakan etika dan moral, terutama hati nurani,” ucap Megawati.
“Nah, apalagi kalau sampai yang pimpinan negara itu pun sudah lupa diri,” tambahnya.
Dengan tegas Megawati mengatakan bahwa jika ada pihak yang melakukan kecurangan dengan cara terstruktur, sistematis, masif (TSM) maka orang tersebut merupakan seorang pengecut.