PDIP seakan menyerang Jokowi di akhir masa jabatannya dengan mengungkapkan rekaman yang diduga merupakan intimidasi Jokowi kepada penegak hukum.
Video tersebut diungkap oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto kepada para wartawan di suatu kesempatan.
Baca Juga: Resep Bibimbap Ala Korea, dengan Bahan Sederhana, Mudah Dibuati, Kuy Langsung Dicoba!
“Beredar video Pak Jokowi menyatakan akan menggunakan hukum, kemudian melakukan pembisikan kepada Ketua KPK, Jaksa Agung, Kapolri,” ungkap Hasto Kristiyanto.
“Itu video yang saya terima, (pernyataan) itu harus diklarifikasi oleh Bapak Presiden, karena itu berbahaya dalam demokrasi dan penegak hukum, sekiranya hal tersebut benar,” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana dengan tegas menyatakan bahwa adanya intimidasi itu tidak benar.
Baca Juga: 5 Tahun Menutupi KDRT, Intan Nabila beberkan Alasan Tutupi KDRT yang Dilakukan Armor Toreador
Melalui klarifikasi, Ari Dwipayana menyampaikan bahwa rekaman yang tersebar tidak utuh sehingga menimbulkan salah paham.
“Tidak benar tuduhan yang disebarkan oleh bapak Hasto Kristiyanto. Rekaman video pidato Presiden tersebut dipotong dan ditampilkan tidak utuh sehingga bisa menimbulkan asumsi dan persepsi yang tidak tepat,” ungkap Ari Dwipayana.***