INSIBERNEWS - Buntut kasus bunuh diri mahasiswi kedokteran (Universitas Diponegoro) Undip membuat Kemenkes turun tangan.
Diisukan bahwa Kemenkes menghentikan program Studi Anestesi di Rumah Sakit Kariadi Semarang.
Pada artikel ini akan menjawab apakah benar isu mengenai Kemenkes menghentikan program Studi Anestesi karena kasus mahasiswi Undip bunuh diri.
Publik dihebohkan dengan kabar meninggalnya seorang mahasiswi yang sedang menempuh Progam Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Undip.
Mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Undip ini meninggal karena suntikan obat penenang yang ia suntikan sendiri. Ia ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar kosnya.
Diduga meninggalnya mahasiswi kedokteran Undip bernama dr. Aulia Risma Lestari ini karena bunuh diri.
Baca Juga: Kalah dari Pilpres, Perindo Buntuti PPP dan Nasdem Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran
Dari sejumlah barang bukti yang terdapat di kamar kosnya terdapat buku diary korban yang berisi keluh kesahnya.
Dari buku diary tersebut maka pihak kepolisian menyimpulkan bahwa korban mengalami tekanan atas beratnya masa studi kedokteran yang sedang ia tempuh. Selain itu ada juga tekanan dari senior.
Dari informasi yang didapat dari buku diary tersebut maka ada dugaan pembullyian terjadi pada korban.
Baca Juga: Siap-siap! Band Rock Legendaris Green Day Bakal Gelar Konser di Jakarta
Dilansir InsiberNews dari akun Instagram @najwashihab (16/8/2024), Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi sedang dalam investigasi mengenai dugaan pembullyian.