news

Yudian Wahyudi, Kepala BPIP yang diduga Paksa Anggota Paskibraka Lepas Jilbab, Juga Sempat Larang Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Bercadar

Jumat, 16 Agustus 2024 | 09:38 WIB
Yudian Wahyudi, selain diduga larang paskibra putri 2024 berjilbab, ia juga sempat larang mahasiswa menggunakan cadar (Instagram.com @bpipri)

INSIBERNEWS - Pelepasan Jilbab oleh anggota Paskibraka 2024 telah membuat kontroversi publik.

Pasalnya biang dari paksaan melepas jilbab pada saat pengibaran bendera pusaka nanti pada tanggal 17 Agustus 2024, disebabkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Kontroversi ketidak bolehan untuk memakai jilbab bagi anggota paskibraka putri 2024 telah menimbulkan kontroversi dan wacana publik.

Baca Juga: Kalah dari Pilpres, Perindo Buntuti PPP dan Nasdem Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Mengetahui banyaknya kecaman dari publik. Yudian Wahyudi, ketua BPIP membantah bahwa, BPIP memaksa anggota paskibra putri 2024, untuk melepas jilbab.

Ia menegaskan bahwa anggota paskibra putri 2024 melepas jilbab pada saat pengukuhan dan nanti ketika pengibaran bendera merah putih pada upacara kenegaraan, merupakan suka rela anggota paskibraka yang telah patuh pada peraturan.

""Pada saat pendaftaraan setiap calon paskibraka tahun 2024 mendaftar secara sukarela untuk mengikuti seleksi administrasi dan menulis pernyatan yang ditandatangani di atas materai sebelum itu," ucap Yudian ketika press conference pada 14/8/2024.

Baca Juga: Diduga Terlibat KDRT, Polres Bogor Ringkus Pria Berinisial ATG, Begini Kronologisnya

Peraturan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Deputi Pendidikan dan Pelatihan Nomor 1 Tahun 2024. 

Meskipun telah membantah, tetapi tetap saja peraturan baru oleh BPIP menimbulkan banyak kecaman dari tokoh agama dan Ormas Islam di Indonesia.

Namun diketahui, Kepala BPIP itu, merupakan mantan rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta periode 2016-2020.

Baca Juga: Usaha Andika Rosadi Bujuk Sang Istri, Nisya Ahmad untuk Rujuk Kembali

Pada saat Yudian menjabat sebagai rektor, ia membuat kebijakan untuk melarang mahasiswi di Universitas tersebut untuk memakai cadar.

Kebijakan Yudian sempat menuai pro dan kontra dari berbagai pihak.

Halaman:

Terkini