INSIBERNEWS - Kematian pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh telah membuat dunia bereaksi, pembunuhan yang telah mengejutkan itu telah memicu kecaman dari beberapa organisasi dan negara Islam, seperti Malaysia.
Kematian Haniyeh membuat kekhawatiran terjadinya konflik langsung antara Iran dan musuh bebuyutan, Israel, di wilayah yang terguncang oleh perang Israel di Gaza dan konflik yang memburuk di Lebanon.
Dilansir dari halaman Reuters pada Kamis/4/8, Garda Iran mengatakan bahwa pemimpin kelompok militan Palestina Hamas, Ismail Haniyeh, dibunuh di Teheran oleh sebuah proyektil jarak dekat dengan hulu ledak sekitar 7 kg, dan bersumpah akan melakukan pembalasan dendam.
Baca Juga: Presiden Turki Tetapkan Jumat Hari Berkabung Nasional karena Terbunuhnya Ismail Haniyeh
Pembalasan dendam atas pembunuhan pemimpin Hamas itu akan dilakukan dengan "keras dan pada waktu, tempat, dan cara yang tepat," ungkat Garda Revolusi Iran, sebagaimana informasi didapatkan oleh Insibernews
Sementara itu dikutip dari The New York Times, dalam halaman Reuters, dan didapati oleh Insibernews, Iran dan Hamas menuduh Israel melakukan serangan yang menewaskan Haniyeh beberapa jam setelah ia menghadiri pelantikan presiden baru Iran. Ledakan yang menewaskan Haniyeh adalah bom yang diselundupkan secara diam-diam ke dalam wisma tempat Haniyeh menginap di Teheran dua bulan lalu. Para pejabat Israel belum mengaku bertanggung jawab.
Pernyataan dari pasukan elit Garda Revolusi juga menuduh "pemerintah AS yang kriminal" telah mendukung serangan yang menurut media Iran terjadi di pinggiran utara Teheran.