Tentara penjajah Israel telah melakukan penyergapan terhadap Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. Penyergapan tersebut telah mengakibatkan terbunuhnya pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh beserta satu penjaganya pada Rabu (31/7/2024) di Taheran, Iran
Kematian Haniyeh oleh tentara penjajah Israel membuat dunia bereaksi. Beberapa negara seperti Iran, China, Amerika Serikat, Australia, Qatar, Mesir, dan Malaysia bersuara.
Sementara itu, Anwar Ibrahim perdana Menteri Malaysia mengutuk keras pembunuhan terhadap Ismail Haniyeh. Melalui sebuah telepon bersama ketua Hubinter Hamas, Dr Basem Naim. Anwar mengatakan ia beserta rakyat Malaysia teguh memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
"Kami tetap teguh memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Kami akan melakukan yang terbaik untuk mengutuk kekejaman ini," ucap Anwar kepada Basem
"Saudara di sini sangat terkejut dan sangat marah karena masyarakat antar bangsa telah gagal memperjuangkan serta memastikan keamanan dan keadilan tertegak," tambahnya
Dalam postingan media sosial X milik Anwar, ia mengatakan bahwa pembunuhan terhadap Ismail Haniyeh merupakan pembunuhan yang tragis dan kejam yang bertujuan untuk menggagalkan perjanjian untuk mengakhiri kekejaman rezim zionis Israel di Gaza yang telah merenggut 40.000 nyawa.
"Rakyat Palestina telah dihadapkan dengan malapetaka dan penderitaan selama bertekad lamanya, dan saya amat bimbang tentang nasib mereka susulan pembunuhan saudara Ismail," ungkap Anwar
Artikel Terkait
Pemimpin Hamas ISMAIL HANIYEH Tewas Akibat Serangan Di Teheran, Iran