INSIBERNEWS, Subang - Sekretaris DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jabar, Parlindungan Sihombing, menyebut ratusan anggota TMP di Subang yang mengundurkan diri dari organisasi sayap PDIP, diduga merupakan massa bayaran.
Dikatakan Parlindungan, aksi itu dimotori oleh Niko Rinaldo, mantan Ketua DPD TMP Jabar. Mundurnya sejumlah kader TMP di Subang itu, kata dia, tidak akan memberikan dampak apapun bagi TMP dan PDIP.
Baca Juga: DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna terakhir untuk Anggota DPRD periode 2019-2024
"Keluarnya Niko Rinaldo dan sejumlah kader lainnya tidak akan berpengaruh bagi partai dan rombongan yang datang ke DPC PDI Perjuangan Subang, itu bukan anggota TMP Jabar," ujar Parlindungan, Sabtu (3/8/2024) dalam keteranganya.
Parlindungan mengaku bakal segera melakukan konsolidasi internal seluruh DPC TMP se-Jabar untuk mengatasi kegaduhan ini.
"Saya menduga itu massa bayaran dan itu bukan anggota PDI Perjuangan. Atas nama TMP Jabar, kalau ini membuat kegaduhan, saya mohon maaf. TMP Subang tidak akan goyah dan tetap solid dengan PDI Perjuangan," katanya.
Baca Juga: Ajang Promosikan Budaya Pariwisata, Audisi Pasanggiri Mojang Jajaka Purwakarta 2024 resmi dibuka
TMP Jabar, kata dia, saat ini tengah fokus untuk melaksanakan seluruh tugas-tugas pemenangan Pilgub dan Pilkada Jabar yang ditugaskan oleh PDI Perjuangan.
"TMP Jawa Barat tetap solid, ibaratnya orang boleh pergi, boleh hilang. Tapi tumbuh yang lain, mati satu tumbuh seribu," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono, mengungkapkan alasan dan motif sejumlah kader DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang mengundurkan diri Ono mengatakan, deklarator aksi pengunduran diri merupakan Sekretaris DPC PDI-P Subang, Niko Rinaldo yang sudah lama diminta mundur oleh DPD PDIP Jabar karena dianggap berperilaku tidak sesuai dengan perintah partai dalam ajang Pilkada Subang..(fuljo Saefulrohman)