INSIBERNEWS - Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam, turun di bawah $65.000 setelah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat, di mana The Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 5,25%-5,50%.
Aksi harga ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang semakin memicu volatilitas di pasar global.
Baca Juga: Sebelumnya Absen, Karina Kini Kembali Dan Siap Memulai Tur nya lagi Bersama Aespa
Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga, meskipun sudah diprediksi oleh banyak analis, tampaknya telah mempengaruhi sentimen investor, khususnya di pasar aset kripto.
Para pelaku pasar kini berada dalam mode wait-and-see, menantikan perkembangan lebih lanjut dari kebijakan moneter AS serta dampaknya terhadap ekonomi global.
Baca Juga: Keputusan The Fed: Sinyal Penurunan Suku Bunga di Bulan September
Dampak Konflik Geopolitik
Penurunan harga Bitcoin juga tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang telah mengguncang pasar keuangan global.
Konflik yang kian memburuk di wilayah tersebut memicu kekhawatiran akan potensi gangguan terhadap pasokan energi global dan ketidakpastian ekonomi yang lebih luas.
Akibatnya, investor cenderung mengurangi eksposur mereka terhadap aset berisiko tinggi, termasuk mata uang kripto, yang dikenal dengan volatilitasnya yang ekstrem.
Baca Juga: Kabar Gembira! Dibutuhkan Lowongan Pekerjaan Kurir Motor Logistik Dengan Kuota 100 Orang
Selain itu, ketegangan geopolitik ini telah menyebabkan pergeseran dana ke aset-aset yang dianggap lebih aman seperti emas dan obligasi pemerintah.
Fenomena ini telah menambah tekanan pada harga Bitcoin yang dalam beberapa bulan terakhir berjuang untuk mempertahankan level $65.000.
Baca Juga: Menjadi Bernilai: Kunci Kesuksesan yang Sesungguhnya