INSIBERNEWS - Menteri pertahanan sekaligus Presiden terpilih yang mulai menjabat Oktober 2024 yaitu Prabowo Subianto kini buka suara terkait polemik Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Prabowo Subianto mengatakan bahwa pada pemerintahan baru nantinya, program Tapera ini akan dipelajari lebih lanjut.
Selain itu, Prabowo Subianto juga menyatakan bahwa pihaknya akan mencari solusi dan jalan terbaik atas masalah-masalah yang muncul akibat pemberlakuan program Tapera.
Baca Juga: Prabowo Koreksi Istilah Makan Siang Gratis Menjadi Makan Bergizi Gratis, Ternyata Begini Alasannya!
“Kita akan pelajari dan mencari solusi yang terbaik. Oke,” kata Prabowo dikutip, Jumat (7/6/2024).
Meski demikian, Prabowo Subianto enggan untuk memberikan kepastian apakah pemberlakuan Tapera nantinya akan dilakukan pada pemerintahannya.
Diketahui, melalui program Tapera, buruh atau pekerja dengan gaji di atas upah harus membayar 3% dari gajinya. Di mana iuran tersebut akan menjadi Tabungan perumahan pekerja yang bisa digunakan untuk manfaat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) murah, kredit renovasi rumah dan kredit Pembangunan rumah.
Namun, jika pekerja tak ingin menggunakan manfaat Tapera maka tabungan tersebut akan diberikan pada saat pensiun ditambah dengan pemupukan atau imbal hasil dari pengelolaan BP Tapera.
Tentu program ini menuai protes dari banyak pihak, salah satunya yaitu kalangan buruh yang turun ke jalan untuk memprotes kebijakan Tapera yang diberlakukan pemerintah.