INSIBERNEWS - Pemerintah Provinsi Jakarta menjamin operasional MRT tetap optimal setelah insiden jatuhnya alat berat dari area Gedung Kejaksaan Agung RI pada Kamis (30/05/2024).
Dengan ada insiden tersebut operasional MRT sempat dihentikan sementara sehingga penumpang MRT harus dievakuasi dengan menurunkan penumpang di stasiun terdekat.
PT. MRT Jakarta juga akan mengembalikan dana bagi yang sudah membeli tiket via aplikasi dan melakukan reset bagi pengguna.
"Sesuai arahan Pj. Gubernur Jakarta, kami mengambil langkah antisipasi sehingga mobilitas warga tidak terganggu." ujar Plt. Kepala Diskomfo Provinsi Jakarta Sigit Wijatmoko.
Baca Juga: Fakta Baru, 13 Orang Pemburu Di Taman Nasional Ujung Kulon Sudah Bunuh 26 Badak
Sigit mengatakan sejumlah langkah telah diambil, Tidak lama setelah kejadian Transjakarta langsung melakukan penambahan armada khususnya pada koridor 1 yang terdampat gangguan MRT yaitu sebanyak 9 unit fokus di wilayah Monas-Blok M sehingga total bus menjadi 85.