news

Pasca Diteror dan Penguntitan Anggota Densus 88 Terhadap Jampidsus, TNI Bantu Kejagung Lakukan Pengamanan dan Penjagaan

Jumat, 31 Mei 2024 | 06:51 WIB
Pasca Diteror TNI Bantu Kejagung Lakukan Pengamanan dan Penjagaan. (foto: Istimewa)

Aksi konvoi anggota densus 88 tersebut terjadi pada Senin (20/5/2024) malam sekitar pukul 23.00 Wib dengan memutari atau mengelilingi gedung Kejagung. Belasan motor trail yang membawa anggota densus 88 berseragam hitam-hitam itu juga membawa dua kendaraan taktis dan rantis yang sempat berhenti sekitar 10 menit di gerbang masuk gedung Kejagung di Jalan Bulungan, dengan menyalakan sirene dan berteriak-teriak.

Baca Juga: Fakta Baru, 13 Orang Pemburu Di Taman Nasional Ujung Kulon Sudah Bunuh 26 Badak

Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) Kejagung yang berjaga-jaga di gerbang masuk tersebut memilih untuk menutup cepat. Aksi konvoi seragam hitam-hitam lantas mengitari kompleks Kejagung sebanyak tiga sampai empat kali melalui Jalan Bulungan ke arah Jalan Panglima Polim, tepat di depan gedung Korps Adhyaksa.

Pada Selasa (21/5/2024) jumlah pesonel keamanan dari TNI, khususnya PM, dan AD semakin bertambah. Sejumlah personel PM dan AD yang berjaga-jaga di Gedung Kartika Kejagung melihat adanya drone yang melintas di atas gedung tersebut.

Pada Selasa malam, sekitar 3 mobil dinas PM dari Angkatan Laut (AL) berjaga-jaga di gerbang masuk Kejagung yang berada di Jalan Bulungan.

Bahkan berdasarkan pantauan, sejumlah Intel polisi dengan mengenakan pakaian preman tengah memantau situasi dibelakang gerbang masuk Kejagung.

Baca Juga: Hotman Paris Ungkap 5 Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Nyatakan Pegi Bukan Pelaku

Tak berhenti sampai disitu, pada Kamis (23/5) malam, aksi konvoi belasan anggota polisi dari Polda Metro Jaya mendatangi gedung Kejagung dan meminta masuk kedalam dengan alasan untuk mengambil gambar kondisi di dalam dalam rangka Kamtibmas. Namun aksi tersebut dilarang oleh anggota PM yang tengah berjaga-jaga di depan gerbang masuk.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan bahwa penambahan personel keamanan dari PM dan TNI AD di Kejagung merupakan situasi yang wajar.

“Memang di Kejaksaan Agung ada pengamanan organik dari TNI,” kata Ketut, beberapa hari yang lalu. []

Halaman:

Tags

Terkini