news

Pasca Diteror dan Penguntitan Anggota Densus 88 Terhadap Jampidsus, TNI Bantu Kejagung Lakukan Pengamanan dan Penjagaan

Jumat, 31 Mei 2024 | 06:51 WIB
Pasca Diteror TNI Bantu Kejagung Lakukan Pengamanan dan Penjagaan. (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Sejumlah personel Polisi Militer (Puspom) TNI membantu melakukan pengamanan di Komplek Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) pasca peristiwa dugaan penguntitan anggota Densus 88 Antiteror Polri terhadap Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah, dan aksi konvoi anggota polisi berseragam hitam-hitam dengan membawa senjata laras panjang yang terjadi pada Senin (20/5) malam.

Peningkatan penjagaan pengamanan di sekitar gedung Kejagung usai adanya teror berupa aksi konvoi belasan anggota polisi dengan mengitari atau memutari gedung Kejagung selama 2 hari pekan kemarin yang dilakukan pada malam hari.

"Personel Puspom TNI lakukan pengamanan di Kejaksaan Agung RI. Situasi keamanan di Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengalami peningkatan pengawasan setelah adanya dugaan peristiwa penguntitan terhadap Jampidsus oleh anggota Densus 88," tulis Puspom TNI dalam akun Instagramnya yang dikutip pada Selasa (28/5/2024).

Baca Juga: Miris! ART Coba Bunuh Diri di Cimone Tangerang, Tidak Dibiayai Pengobatannya oleh Majikan.

Sejak pekan kemarin, kompleks Kejagung yang berada di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dalam pengamanan maksimal oleh satuan POM TNI, dan Angkatan Darat (AD).

Upaya peningkatan pengamanan tersebut untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan Kejagung, setelah adanya ancaman yang dilakukan belasan anggota densus 88 dan personel polisi lainnya yang beberapa kali mendatangi gedung Kejagung dengan membawa kendaraan roda dua dan beberapa kendaraan rantis atau taktis.

"Langkah ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran dan ancaman yang dirasakan setelah kejadian tersebut," ucapnya dalam akun Puspom TNI.

Personel Puspom TNI bekerja sama dengan pihak keamanan internal atau Pengamanan Dalam (Pamdal) Kejagung serta aparat penegak hukum lainnya untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi potensi ancaman.

Baca Juga: Abu Nawas Menang Ikuti Sayembara Raja, Mana Terlebih Dahulu, Telur atau Ayam ? Ini Jawabannya

"Langkah pengamanan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di institusi hukum tertinggi di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi antara berbagai pihak, diharapkan situasi keamanan di Kejaksaan Agung dapat terjaga dengan baik, sehingga para penegak hukum dapat menjalankan tugasnya tanpa gangguan," tuturnya.

Sebelumnya diketahui, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mendapatkan teror melalui penguntitan yang dilakukan sejumlah anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror saat makan malam di sebuah restoran di Cipete, Jakarta Selatan.

Dalam penguntitan dan pengintaian tersebut, satu anggota Densus 88 berinisial IM dengan pangkat Bripda berhasil diamankan oleh tim pengawal pengamanan Jampidsus Febrie Adriansyah saat akan melarikan diri setelah mengambil gambar lewat alat perekam saat berada di sebuah restoran di Cipete.

Baca Juga: Tips : 4 Fungsi Minyak Kayu Putih Untuk Kendaraan Anda Yang Bermanfaat

Setelah aksi penguntitan dan pengintaian yang dilakukan sejumlah anggota Densus 88 antiteror, beberapa hari kemudian terjadi peristiwa konvoi personel kepolisian dengan seragam hitam-hitam. Mereka membawa senjata api (senpi) laras panjang, dengan berboncengan mengendarai belasan motor trail di gerbang belakang kompleks Kejagung, tepatnya di Bulungan Jakarta Selatan.

Halaman:

Tags

Terkini