news

Rais Aam NU Disorot Dugaan Politik Uang, Sebenarnya Apa Peran Jabatan Ini?

Kamis, 8 Oktober 2026 | 15:02 WIB
Rais Aam PBNU saat ini adalah KH Miftachul Akhyar yang terpilih pada Muktamar Ke-35 NU. (YouTube NU Online)

INSIBERNEWS — Jabatan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjadi perhatian setelah muncul laporan dugaan politik uang yang disebut berkaitan dengan proses pemilihan jabatan tersebut dalam Muktamar NU ke-35.

Dugaan itu dilaporkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK telah membenarkan adanya laporan tersebut. Namun, laporan itu masih berada dalam tahap telaah sehingga belum dapat diartikan sebagai bukti bahwa dugaan politik uang dalam pemilihan Rais Aam telah terbukti.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Palmerah, Minibus Hilang Kendali hingga Tewaskan 1 Orang

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo juga menjelaskan bahwa tidak ada uang yang diserahkan oleh pihak pelapor kepada KPK dalam proses pengaduan tersebut.

Di tengah munculnya polemik tersebut, posisi Rais Aam menjadi perhatian karena jabatan ini memiliki kedudukan penting dalam struktur kepemimpinan NU.

Apa Itu Rais Aam NU?

Rais Aam merupakan pimpinan tertinggi dalam jajaran Syuriyah PBNU. Syuriyah sendiri merupakan salah satu unsur utama dalam struktur kepengurusan Nahdlatul Ulama yang memiliki tanggung jawab dalam urusan keagamaan sekaligus memberikan arahan dan pertimbangan terhadap berbagai persoalan organisasi.

Baca Juga: Terseret Arus Sungai Ciliwung, Remaja 18 Tahun Ditemukan Tewas Usai 3 Hari Pencarian

Secara umum, struktur PBNU terdiri atas dua unsur utama, yakni Syuriyah dan Tanfidziyah.

Syuriyah menjalankan fungsi kepemimpinan dalam bidang keagamaan dan memberikan pandangan terhadap berbagai persoalan strategis organisasi. Sementara itu, Tanfidziyah lebih berfokus pada pelaksanaan kebijakan serta program-program NU.

Karena memimpin Syuriyah, Rais Aam memiliki posisi strategis dalam menentukan arah keagamaan organisasi.

Baca Juga: Heboh Surat Usul Pemakzulan Gibran Bawa Nama Tonny Tesar, NasDem Buka Suara

Rais Aam juga memberikan pandangan dan pertimbangan keagamaan terhadap persoalan yang dihadapi NU maupun masyarakat. Peran tersebut membuat jabatan Rais Aam memiliki karakter yang berbeda dengan Ketua Umum PBNU.

Bedanya Rais Aam dan Ketua Umum PBNU

Rais Aam dan Ketua Umum PBNU sama-sama berada dalam struktur kepemimpinan tertinggi NU, tetapi memiliki tugas yang berbeda.

Halaman:

Tags

Terkini