news

Misteri Kematian Relawan SPPG Bengkulu, Motor di Semak hingga Batu di Baju Korban

Rabu, 16 September 2026 | 15:09 WIB
Penemuan jasad relawan SPPG di Bengkulu di dasar Sungai Kampung Bahari usai dilaporkan hilang. (Instagram/polres_kota_bengkulu)

INSIBERNEWS - Kasus kematian Indo Melvi Yunanditia (24), relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Serai, Kota Bengkulu, mulai mengungkap sejumlah kejanggalan.

Melvi ditemukan meninggal dunia di dasar Sungai Kampung Bahari, Kota Bengkulu, pada Senin, 14 September 2026. Saat proses evakuasi, polisi menemukan batu berada di dalam pakaian korban.

Keberadaan batu tersebut menjadi salah satu temuan yang diperiksa dalam penyelidikan karena diduga berkaitan dengan posisi jasad korban yang ditemukan di dasar sungai.

Baca Juga: Heboh 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Kejagung Buka Peluang Penyidikan

Kasus ini bermula ketika keluarga melaporkan Melvi hilang setelah korban tidak kunjung tiba di tempatnya bekerja.

Menurut pihak keluarga, Melvi telah berpamitan untuk bekerja sekitar pukul 02.30 WIB. Namun, hingga pagi hari, korban tidak kunjung sampai di SPPG Padang Serai.

Tim gabungan Jatanras Polda Bengkulu, Polresta Bengkulu, dan Polsek Kampung Melayu kemudian melakukan pencarian.

Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan sepeda motor milik korban berada di area semak-semak di sekitar sungai. Polisi kemudian memperluas pencarian hingga akhirnya menemukan jasad Melvi di dasar Sungai Kampung Bahari sekitar pukul 11.15 WIB.

Baca Juga: Sherly Tjoanda Curhat 16 Ribu Hektare Tanah Tak Kunjung Beres, Wamen ATR BPN Disindir di DPR

Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka, termasuk di bagian mulut. Polisi juga menduga terdapat tanda-tanda kekerasan sehingga penyebab kematian masih harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Bengkulu AKP Frengki Sirait mengatakan pihak keluarga telah menyetujui proses autopsi terhadap jenazah Melvi.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu penyidik mengetahui penyebab pasti kematian korban sekaligus mendalami dugaan kekerasan yang ditemukan pada tubuhnya.

Baca Juga: Perjalanan Karier Gus Arif, Eks Bupati Kebumen yang Terjerat OTT KPK dalam Kasus HGB Summarecon Bogor

“Hasil pemeriksaan sementara benar ada dugaan kekerasan pada tubuh korban dan pihak keluarga korban setuju untuk dilakukan autopsi,” ujar Frengki kepada awak media, Selasa, 15 September 2026.

Halaman:

Tags

Terkini