news

Dihantam Cuaca Buruk, KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa dan Ratusan Penumpang Dievakuasi

Senin, 14 September 2026 | 12:10 WIB
Menyoroti faktor penyebab kecelakaan yang dialami KM Virgo saat perjalanan di Laut Jawa. Berikut ini jejak fakta di antaranya. (Instagram.com/@jktonthespot)
INSIBERNEWS - Tragedi nahas kembali menyelimuti dunia pelayaran maritim Tanah Air setelah feri penumpang KM Virgo Transport 8 dilaporkan tenggelam di perairan Laut Jawa.
 
Insiden memilukan yang menghebohkan linimasa media sosial ini bermula ketika kapal yang melayani rute pelayaran Surabaya menuju Banjarmasin tersebut mendadak hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
 
Usai operasi penyisiran darurat yang menegangkan, armada laut raksasa itu akhirnya ditemukan terapung dalam posisi terbalik di tengah lautan.
 
Baca Juga: Terungkap! Lokasi Dugaan TPKS yang Libatkan Anak Angkat Ruben Onsu, Polisi Sebut Kawasan SCBD

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) langsung bergerak cepat begitu menerima sinyal bahaya dari titik yang berjarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin.
 
Sebelum benar-benar lenyap dari radar, awak kapal sempat melaporkan kondisi cuaca buruk yang menerjang mereka pada pukul 01.00 WIB.
 
Mengacu pada laporan kritis tersebut, otoritas penyelamat segera menerjunkan tim khusus ke lokasi pada pukul 04.30 WIB guna memulai operasi darurat berskala besar.

"Dilaporkan info awal operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak di Laut Jawa, Provinsi Kalimantan Selatan. Basarnas Command Center telah mengirimkan broadcast radio ke seluruh saluran di kawasan dan mengirimkan peta prediksi digital untuk dasar pelaksanaan SAR," urai Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii.
 
Baca Juga: Tragedi Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi, 1 Tewas

Memasuki hari kedua operasi pada Senin (14/9/2026) pagi, proses evakuasi yang dikomandoi oleh Kementerian Perhubungan mulai menunjukkan titik terang meski diiringi duka.
 
Dari total 243 orang yang berada di atas kapal (termasuk kru, mitra kerja, penumpang reguler, serta puluhan sopir truk) tim gabungan berhasil menyelamatkan nyawa seratusan orang dari amukan ombak.
 
Kendati demikian, enam orang terpaksa dievakuasi dalam kondisi sudah tidak bernyawa, sementara sisanya masih dalam tahap pendataan intensif.

"Data sementara, sebanyak 107 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, 6 orang meninggal dunia. Sementara proses pencarian dan pendataan lebih lanjut terus berlangsung," papar Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, memperbarui status korban.
 
Baca Juga: Imbas Kebakaran Meluas, Seluruh Akses Gunung Bromo Ditutup, Tiket Wisatawan Bisa Direfund

Terkait teka-teki pemicu tenggelamnya kapal besar tersebut, otoritas berwenang masih melakukan investigasi komprehensif di perairan Masalembo.
 
Dugaan sementara mengarah pada insiden kemiringan ekstrem yang dialami kapal sebelum terbalik, yang sangat mungkin dipicu oleh hantaman cuaca ekstrem.
 
Meski begitu, Kementerian Perhubungan menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas seluruh probabilitas, mulai dari kelayakan teknis kapal hingga kemungkinan kelalaian dari sisi sumber daya manusia.
 
Baca Juga: Persija Tundukkan Persib 2-1 di GBK, Pramono Anung Acungi Jempol Kedewasaan Jakmania

Demi mempercepat penemuan korban lain, pemerintah menyiagakan kekuatan maksimal dengan melibatkan helikopter, KRI milik TNI AL, hingga Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit.
 
Aksi heroik penyelamatan ini turut didukung oleh kepedulian awak kapal komersial yang sedang melintas di sekitarnya, seperti KM Hai Da, MT Mauhaw, dan TB TCP.
 
Saat ini, fokus utama dan satu-satunya dari seluruh armada gabungan di lapangan adalah menjamin keselamatan korban yang masih bertahan hidup dan memperluas radius penyisiran.***
 

Tags

Terkini