news

Potensi Gempa Megathrust M8,9 dan Tsunami, Begini Skenario Dampaknya bagi Ibu Kota

Sabtu, 12 September 2026 | 21:03 WIB
Ilustrasi - Gempa Megatrust (Istimewa)
INSIBERNEWS - Ancaman bencana alam berskala besar kembali menjadi sorotan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membunyikan alarm kewaspadaan terkait potensi gempa megathrust di Selat Sunda.
 
Guncangan dahsyat dari lempeng tektonik ini diprediksi tidak hanya menghantam kawasan pesisir ujung barat Pulau Jawa, tetapi juga akan memicu dampak destruktif yang terasa kuat hingga ke jantung ibu kota Jakarta.

Berdasarkan skenario terburuk yang dikaji oleh para ahli, gempa dari zona megathrust tersebut menyimpan akumulasi energi yang dapat memicu guncangan hingga magnitudo 8,9.
 
Merujuk pada pemodelan data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), guncangan luar biasa ini secara otomatis membawa ancaman tsunami di mana rambatan gelombang laut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk menyentuh daratan pesisir utara Jakarta.
 
Baca Juga: Misteri Kematian Serda Ahmad, Diduga Dianiaya 4 Senior karena Salah Beli Mi

Meski durasi tempuhnya memberikan sedikit waktu bernapas, tinggi gelombang yang merangsek masuk ke teluk Jakarta diperkirakan mencapai 0,5 meter.
 
Sementara itu, wilayah pesisir Banten dan Jawa Barat yang berhadapan jauh lebih dekat dengan episentrum gempa harus bersiap siaga menghadapi terjangan air bah dengan ketinggian yang diprediksi bisa melampaui 1,5 meter.

Sayangnya, bayang-bayang kelam bagi warga ibu kota tidak berhenti pada risiko luapan air laut saja.
 
Guncangan gempa itu sendiri diprediksi akan berada pada level intensitas 6 hingga 7 Modified Mercalli Intensity (MMI), diperparah oleh kondisi tanah aluvial lunak Jakarta yang terbukti memperkuat efek getaran seismik sehingga sangat berisiko meretakkan struktur bangunan.
 
Baca Juga: Polisi Ungkap Fakta Baru: 3 Tersangka Pengeroyok Pedagang Cermin di Pejompongan Tak Terafiliasi Organisasi

Risiko kerusakan di ibu kota semakin kompleks dan berlapis mengingat Jakarta juga dikepung oleh potensi pergerakan Sesar Cimandiri.
 
Walaupun aktivitas patahan darat ini umumnya memicu gempa pada skala menengah, efek getarannya dinilai tetap memiliki potensi besar untuk memicu kerusakan struktural, khususnya pada gedung-gedung bertingkat peninggalan lama maupun infrastruktur vital kota.

Menghadapi rentetan skenario bencana tersebut, kesiapsiagaan menjadi kunci mutlak untuk menekan angka fatalitas.
 
Baca Juga: Jelang Duel Klasik Persib vs Persija, Polisi Terjunkan Patroli Besar dan Kawal 95 Titik Nobar di Bandung
 
Warga di kawasan pesisir utara diminta menyiagakan diri bila merasakan guncangan bermagnitudo di atas 7, sementara para penghuni gedung pencakar langit diminta memprioritaskan evakuasi lewat tangga darurat dan menjauhi lift.

"Hingga detik ini belum ada teknologi yang sanggup memprediksi kapan megathrust terjadi. Oleh karena itu, pengembang wajib rutin menguji ketahanan infrastruktur, dan masyarakat diharap tetap tenang serta selalu mengikuti panduan resmi BMKG," tegas pihak otoritas kebencanaan mengimbau warga.***

Tags

Terkini