Berdasarkan keterangan keluarga, Serda Ahmad diduga dianiaya oleh empat seniornya. Dugaan penganiayaan itu disebut bermula dari persoalan makanan yang dianggap sepele.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Rabu (9/9/2026) malam, hanya beberapa jam sebelum Serda Ahmad meninggal dunia.
Saat itu, korban disebut diminta oleh salah seorang senior untuk membeli makanan berupa mi goreng. Serda Ahmad kemudian menjalankan permintaan tersebut.
Namun, ketika kembali, makanan yang dibawa korban disebut bukan mi goreng, melainkan mi kuah.
Kesalahan dalam membeli makanan tersebut diduga kemudian memicu penganiayaan terhadap Serda Ahmad.
Menurut informasi yang disampaikan pihak keluarga, penganiayaan pertama disebut berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB pada Rabu malam.
Aksi tersebut sempat berhenti. Namun, beberapa jam kemudian, penganiayaan diduga kembali terjadi pada Kamis dini hari.
Baca Juga: Kronologi Hyundai Ioniq 6 Hangus Terbakar di Simpang Tomang, Damkar Ungkap Penyebabnya
Peristiwa pada dini hari itu disebut menjadi momen terakhir Serda Ahmad sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Keluarga Sempat Diberi Tahu Korban Meninggal karena Kecelakaan
Informasi mengenai kematian Serda Ahmad awalnya diterima keluarga dengan keterangan bahwa korban meninggal akibat kecelakaan.
Namun, sekitar satu jam setelah informasi tersebut disampaikan, seorang rekan Serda Ahmad menghubungi pihak keluarga.
Kepada keluarga, rekan korban disebut memberikan informasi berbeda. Serda Ahmad dikabarkan bukan meninggal karena kecelakaan, melainkan diduga menjadi korban penganiayaan senior.
Baca Juga: Hari ke-5 Pencarian 8 Orang Hilang di Perairan Banten, Keluarga Jurnalis: Semoga Ditemukan Selamat
Perbedaan informasi tersebut kemudian semakin memperkuat pertanyaan keluarga mengenai penyebab sebenarnya kematian Serda Ahmad.