news

BNPB Pastikan Kesiapsiagaan Tsunami Banten Saat Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada

Kamis, 10 September 2026 | 20:33 WIB
Menyoroti imbauan BNPB terkait siaga bencana tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Pesisir Banten, pada Kamis, 10 September 2026. (Dok. BNPB) (Dok. BNPB)

INSIBERNEWS - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali meningkat. Di tengah erupsi yang masih terjadi dan status gunung api yang berada pada Level III atau Siaga, kewaspadaan masyarakat di kawasan Selat Sunda turut menjadi perhatian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemetaan kesiapsiagaan menghadapi potensi tsunami di sejumlah wilayah pesisir Provinsi Banten.

Pemetaan tersebut mencakup Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, hingga Kota Cilegon. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator standar Tsunami Ready untuk memastikan kesiapan pemerintah daerah maupun masyarakat menghadapi kemungkinan ancaman tsunami.

Baca Juga: Nekat Terobos Jalur Ilegal Saat Semeru Ditutup, 8 Pendaki Langsung Masuk Daftar Hitam

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penugasan Tim Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB telah dilakukan sejak 6 September 2026.

Tim tersebut berkoordinasi dengan pemerintah daerah, memantau kondisi di wilayah terdampak, sekaligus memberikan asistensi terkait langkah-langkah kesiapsiagaan bencana.

"Penilaian kesiapsiagaan dilakukan di kawasan Tanjung Lesung, Desa Sumberjaya, dan Desa Panimbangjaya di Pandeglang," ujar Berton dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Terjadi Lagi! Dugaan Keracunan MBG di Blora, 137 Orang Alami Sakit Perut hingga Diare

Selain Pandeglang, pemantauan juga dilakukan di sejumlah desa pesisir Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Salah satu fokusnya adalah memastikan sistem peringatan dini tsunami dapat berfungsi ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Sarana Peringatan Dini Tsunami Dicek

BNPB tidak hanya memeriksa kesiapan perangkat peringatan dini. Tim juga melihat kesiapan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau, terutama ancaman tsunami di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Perhatian khusus diberikan kepada wilayah vital dan permukiman yang sebelumnya terdampak tsunami Selat Sunda pada 2018.

Di Kabupaten Pandeglang, BNPB mencatat menara sirene peringatan dini yang berada di Kecamatan Sumur dan Panimbang dalam kondisi siap digunakan.

Baca Juga: Dikawal Polisi Bersenjata Lengkap, Polda Metro Jaya Geledah Kantor ATR BPN Kabupaten Bogor

Jalur-jalur evakuasi juga dilaporkan telah terpasang dengan baik. Selain itu, kegiatan simulasi kebencanaan secara rutin turut dilakukan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini