INSIBERNEWS - Aktivitas Gunung Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali berdampak terhadap operasional penerbangan. Bandara Wunopito di Lewoleba masih ditutup sementara setelah abu vulkanik terdeteksi menyebar di sekitar wilayah udara bandara.
Penutupan tersebut diperpanjang oleh Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia melalui penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terbaru.
EVP Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, mengatakan status Bandara Wunopito dengan kode WATW masih CLOSED karena adanya sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok.
Baca Juga: Babak Baru Skandal Beras PKH Kemensos, KPK Cecar 38 Saksi Guna Lacak Aliran Dana
Berdasarkan pembaruan NOTAM C1145/26 NOTAMR C1134/26, penutupan operasional bandara berlaku mulai Rabu, 9 September 2026, pukul 07.18 WITA.
"Penutupan diperpanjang mulai Rabu, 9 September 2026, pukul 07.18 WITA, hingga estimasi pukul 07.00 WITA, Kamis, 10 September 2026," ujar Hermana dalam keterangan tertulis, Rabu.
NOTAM terbaru tersebut sekaligus menggantikan pemberitahuan sebelumnya, yakni C1134/26 NOTAMR C1106/26, yang menjadi dasar penutupan Bandara Wunopito pada periode sebelumnya.
Baca Juga: Tugu Monas Ditutup Sementara Mulai Hari Ini, Ini Alasannya
AirNav Indonesia memastikan pemantauan terhadap kondisi ruang udara di sekitar Gunung Lewotolok terus dilakukan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan keselamatan penerbangan di tengah potensi bahaya abu vulkanik bagi aktivitas pesawat.
Sebaran abu vulkanik menjadi perhatian serius dalam operasional penerbangan karena dapat mengganggu kinerja mesin maupun sistem pesawat. Oleh sebab itu, informasi mengenai kondisi ruang udara akan terus diperbarui berdasarkan perkembangan terbaru di lapangan.
Hermana menegaskan bahwa informasi aeronautika akan disesuaikan dengan kondisi aktual serta perkembangan aspek keselamatan penerbangan.
Baca Juga: Tutup Usia Akibat Sakit, Ini Rekam Jejak Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga
"Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," katanya.
Selain melakukan pemantauan, AirNav Indonesia juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor penerbangan.