INSIBERNEWS - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), ternyata disebut tidak separah informasi yang sebelumnya ramai beredar di media sosial.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan hal tersebut setelah meninjau langsung lokasi karhutla pada Sabtu. Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi kebakaran masih dapat ditangani melalui upaya pemadaman secara bersama-sama.
“Untuk di Kalimantan Selatan, kita lihat sendiri tidak terlalu parah. Memang dua hari yang lalu sempat viral di media, tetapi setelah kita datang ke sini tidak separah apa yang kita lihat di media sosial,” ujar Muhammad Ali seusai meninjau kawasan Guntung Damar.
Baca Juga: Prabowo Tiba di Kalbar, Langsung Pimpin Rapat Penanganan Karhutla
Dalam kunjungan tersebut, KSAL didampingi Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, jajaran TNI-Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, serta sejumlah pihak terkait.
Muhammad Ali menjelaskan, peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi terkini sekaligus melihat secara langsung proses penanganan kebakaran di lapangan.
Upaya pemadaman melibatkan sejumlah instansi, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, TNI hingga Polri.
Baca Juga: Fokus Usut Kasus Suap Rektor, KPK Pastikan Mahasiswa Jalur Mandiri Unsoed Tak Dilarang Kuliah
Menurutnya, kondisi karhutla di wilayah tersebut relatif terkendali. Salah satu faktor yang membantu penanganan adalah angin laut yang membuat asap lebih cepat terbawa.
Selain itu, koordinasi antara aparat dan Forkopimda juga dinilai berperan penting dalam mencegah kebakaran meluas.
Meski kondisi karhutla disebut tidak separah kabar yang beredar, pemerintah pusat tetap memberikan dukungan untuk memperkuat penanganan di Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Siap-Siap! Menkeu Bakal Larang Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi, Negara Bisa Hemat Anggaran 10 Persen
Bantuan tersebut antara lain berupa pengerahan sejumlah pesawat udara dan helikopter. Pasukan dari tingkat pusat juga dikerahkan untuk membantu penanganan di lapangan.
BNPB pusat turut dilibatkan guna memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi karhutla yang masih dapat terjadi.