INSIBERNEWS - Aksi kejahatan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Dua bocah menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh orang terdekat mereka di sebuah rumah yang berada di sekitar Gedung Nasional Sidikalang.
Salah satu korban, Andi (7), bukan nama sebenarnya, harus mendapatkan perawatan medis setelah ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Tubuhnya dipenuhi luka yang diduga akibat kekerasan fisik berulang.
Direktur RSUD Sidikalang, dr. Benny Purba, mengatakan kondisi korban diketahui setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Dari keterangan yang disampaikan anak tersebut, kekerasan diduga dilakukan oleh seorang perempuan berinisial RS (52), yang disebut sebagai "mamak tua" korban.
"Korban mengaku dipukuli orang yang dikenal. Luka di sekujur tubuh," kata Benny, Jumat (21/8/2026).
Dugaan kekerasan yang dialami korban bukan sekadar pemukulan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan korban, terdapat sejumlah luka pada bagian tubuhnya.
Luka lecet ditemukan hingga area kelamin. Tangan kiri korban juga mengalami pembengkakan cukup parah sehingga sulit digerakkan.
Baca Juga: Prabowo Tiba di Kalbar, Langsung Pimpin Rapat Penanganan Karhutla
Korban turut mengaku mengalami kekerasan pada bagian kepala. Ia disebut pernah dibenturkan ke dinding. Tak hanya itu, bibir korban diduga dibakar dan lehernya pernah diikat menggunakan kabel charger.
"Kepala dibenturkan ke dinding. Bibirnya juga dibakar dan leher diikat kabel charger," ujar Benny.
Saat dibawa ke IGD RSUD Sidikalang sekitar pukul 08.43 WIB, kondisi korban disebut cukup lemas. Anak tersebut diduga mengalami kekurangan asupan makanan karena jarang diberi makan.
Baca Juga: KPK Bongkar Tiga Klaster Korupsi Jalur Mandiri Unsoed, Pungutan Gelap Bikin Orang Tua Menjerit
Korban diantar oleh petugas Dinas Sosial, guru TK, serta perwakilan Dinas Perlindungan Anak. Setelah menjalani pemeriksaan, Andi diputuskan menjalani rawat inap.
"Kami merawat satu orang. Statusnya rawat inap. Adiknya tidak dirawat," jelas Benny.