INSIBERNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan di balik operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar jajaran Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Penindakan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, OTT dilakukan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penerimaan oleh penyelenggara negara pada proses masuk mahasiswa baru.
"Terkait dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam penerimaan mahasiswa baru," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: Soroti Keracunan MBG yang Terus Berulang: Pecah Dapur 3.000 Porsi, Sebarkan Manfaat Ekonominya
KPK menyayangkan dugaan praktik korupsi tersebut terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Menurut Budi, institusi pendidikan seharusnya tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan menanamkan nilai integritas.
Budi menyoroti dugaan praktik transaksional yang disebut terjadi sejak proses awal calon mahasiswa memasuki perguruan tinggi.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena penerimaan mahasiswa baru semestinya menjadi tahapan penting bagi generasi muda dalam mengejar pendidikan dan mempersiapkan masa depan.
Baca Juga: Guncangan 6,0 Magnitudo Kembali Landa NTT, Pria 56 Tahun Meninggal Syok Kena Serangan Jantung
"Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa," ujar Budi.
Kasus ini pun menjadi sorotan karena menyangkut proses penerimaan mahasiswa baru, yang seharusnya berlangsung secara transparan, adil, dan bebas dari praktik korupsi.
Sebelumnya, KPK telah mengonfirmasi adanya OTT terhadap sejumlah jajaran Rektorat Unsoed.
Baca Juga: Gempa Susulan Flores Picu Kerusakan Jalan Trans Flores, Ribuan Warga Masih Mengungsi
Beberapa pejabat yang diamankan dalam operasi tersebut di antaranya Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Noor Farid, serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo.