INSIBERNEWS - Nasib nahas menimpa Viola Putri, seorang warga di kawasan Medan Satria, Kota Bekasi. Niat hati ingin meminta pertanggungjawaban usai sepeda motornya dicuri, ia malah menjadi korban pengeroyokan oleh komplotan pelaku.
Tragedi ini semakin miris lantaran oknum Ketua RT setempat yang seharusnya menjadi pengayom warga justru diduga ikut mengintimidasi korban. Video kepanikan Viola saat berada di rumah oknum RT tersebut kini beredar luas dan memantik kecaman keras dari warganet.
Peristiwa kelam ini bermula saat kuda besi milik Viola raib digasak pencuri ketika terparkir di depan area Logos, Bekasi Utara, pada Jumat (31/7/2026). Enggan menyerah begitu saja, korban lantas memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) dari sebuah warung di dekat lokasi kejadian.
Beruntung, wajah pelaku terekam sangat jelas sehingga adik korban yang bekerja di area tersebut bisa langsung mengenali identitas sekaligus melacak alamat kontrakan sang pencuri.
Tanpa membuang waktu, Viola bersama ibu dan seorang rekannya segera menggerebek kontrakan pelaku di Jalan Irigasi, Kelurahan Medan Satria. Setibanya di sana, kecurigaan mereka terbukti seratus persen karena terduga pelaku masih mengenakan pakaian yang sama persis dengan rekaman di CCTV.
Namun, alih-alih menyerahkan diri, pelaku malah diam-diam menghubungi rekan-rekannya yang kemudian datang bergerombol mengepung korban.
Situasi kian tak terkendali saat korban berusaha menyeret pelaku ke rumah Ketua RT untuk mediasi. Pelaku yang mencoba kabur justru dibantu oleh komplotannya hingga memicu aksi pengeroyokan liar di tengah jalan. Viola dan rekannya dihajar secara brutal sampai tersungkur ke aspal dengan luka-luka.
Baca Juga: Cemburu Buta Berujung Maut, Suami di Grogol Tega Habisi Nyawa Istrinya Pakai Palu hingga Tewas
Pilunya lagi, saat tiba di kediaman RT untuk meminta perlindungan, sang oknum tokoh masyarakat beserta anak laki-lakinya malah dituding berpihak pada pencuri dan ikut menyerang korban.
"Temen saya malah dipukulin, saya pun ikut dipukul dan didorong ampe jatoh dan tangan saya berdarah. RT-nya malah ikut-ikutan (intimidasi), anak RT juga ikut mukul saya," tutur Viola meratapi perlakuan keji dan tidak adil yang menimpanya hari itu.
"Ini kenapa pada di sini, awas, pintunya mau saya tutup! Pak RT tolong saya ini habis digebukin, saya takut! Tidak mau saya takut, di sini saja, mama tolong saya takut," jerit Viola histeris bersahut-sahutan dengan bentakan oknum RT yang terekam jelas dalam tayangan video viral tersebut.
Skandal curanmor yang dibumbui aksi premanisme dan arogansi oknum aparat lingkungan ini sontak memancing gelombang kemarahan dari publik luas.
Hingga kini, masyarakat ramai-ramai mendesak aparat kepolisian di Kota Bekasi untuk bergerak cepat meringkus sindikat pencuri motor tersebut, sekaligus memproses hukum oknum RT yang dinilai melindungi tindak kejahatan dan menelantarkan warganya sendiri.***