news

Isu Lantik Keluarga Jadi Pejabat, Wali Kota Bima Pastikan Sudah Kantongi Persetujuan BKN

Rabu, 8 Juli 2026 | 13:27 WIB
Isu Lantik Keluarga Jadi Pejabat, Wali Kota Bima Pastikan Sudah Kantongi Persetujuan BKN (Istimewa)

INSIBERNEWS – Wali Kota Bima, A Rahman H Abidin, akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu yang ramai diperbincangkan publik mengenai dugaan pelantikan istri dan kerabatnya sebagai pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bima.

Rahman menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar. Ia memastikan pengangkatan istrinya sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima telah mengikuti seluruh prosedur yang berlaku dan memperoleh persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Menurut Rahman, pelantikan Badrah Ekawati bukan dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui mekanisme administrasi kepegawaian yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: AS Hantam 80 Target Militer Iran, Ketegangan di Selat Hormuz Kembali Memanas

"Pelantikan itu sudah mendapatkan persetujuan teknis dari BKN. Tanpa izin tersebut, kami tidak mungkin melaksanakannya karena dapat berdampak pada hak kepegawaian daerah," ujarnya, Rabu (7/7/2026).

Rahman menjelaskan, istrinya telah mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) selama sekitar 33 tahun. Badrah juga telah menduduki jabatan administrator atau eselon III sejak 2016, jauh sebelum Rahman menjabat sebagai Wali Kota Bima.

Ia mengungkapkan bahwa setelah dirinya kalah dalam Pilkada 2018, sang istri sempat dicopot dari jabatan struktural dan ditempatkan sebagai staf. Karena itu, pelantikan yang dilakukan saat ini disebut hanya mengembalikan posisi yang sebelumnya pernah diemban, bukan memberikan promosi jabatan.

Baca Juga: Di Hadapan PM Narendra Modi, Prabowo Akui Miliki DNA India, Begini Ceritanya

"Istri saya sudah menjadi pejabat eselon III sejak 2016. Setelah saya kalah Pilkada 2018, beliau dinonaktifkan dari jabatan struktural menjadi staf. Sekarang hanya dikembalikan ke posisi semula, bukan naik jabatan," jelasnya.

Rahman juga menegaskan bahwa perjalanan karier istrinya telah melalui tahapan yang lazim dalam birokrasi ASN, mulai dari staf, kepala seksi, kepala bidang, hingga kembali menduduki jabatan administrator sesuai ketentuan pengembangan karier.

Selain meluruskan isu mengenai istrinya, Rahman membantah kabar yang menyebut dirinya turut melantik iparnya sebagai pejabat di Pemerintah Kota Bima.

Baca Juga: Diskualifikasi Peserta Clash of Champions S3 Jadi Sorotan, Begini Penjelasan Resmi Ruangguru

Ia menegaskan tidak ada kerabat ipar yang dilantik sebagaimana isu yang beredar di media sosial.

"Tidak ada pelantikan ipar. Informasi itu tidak benar," tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini