news

Pernyataan Ketua KBIHU Jabar Tuai Kontroversi, Sebut Jemaah Haji Lansia 'Ngerepotin'

Selasa, 7 Juli 2026 | 18:21 WIB
Ketua KBIHU Jawa Barat jadi sorotan usai menyebut jemaah haji lansia merepotkan jemaah lain. (YouTube/TV Parlemen)

INSIBERNEWS - Jagat maya dan ruang sidang parlemen mendadak riuh setelah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (DPW FK KBIHU) Provinsi Jawa Barat, Syatori, melontarkan pandangan yang dinilai tidak simpatik.

Dalam forum resmi bersama Komisi VIII DPR RI, Syatori secara terbuka mengusulkan adanya pembatasan usia yang ketat lantaran menganggap kehadiran jemaah lanjut usia (lansia) cenderung membebani jalannya pelaksanaan ibadah di tanah suci.

Baca Juga: Negosiasi Harga Masih Berjalan, Ekspor Listrik RI ke Singapura Belum Diresmikan

Syatori berdalih bahwa kondisi fisik jemaah lansia yang melemah sering kali mengganggu kekhusyukan anggota rombongan lain yang ingin berfokus pada ibadahnya masing-masing.

Berdasarkan pengalamannya mengawal operasional haji tahun 2026, ia mengeluhkan banyaknya jemaah di kloter awal yang harus bergantung pada kursi roda, sehingga beban pengawasan tersebut otomatis bergeser ke pundak pengurus KBIHU.

"Jadi bicara tentang lansia itu sebenarnya kami suka beristilah. Kalau yang lansia itu sebenarnya satu, kalau bisa mah ada batasan umur dan istitha’ahnya benar-benar dilakukan. Sebab lansia itu pelaksanaan hajinya repot dan merepotkan orang lain, Pak," ujar Syatori dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Pengacara Nadiem Makarim Laporkan Empat Hakim Tipikor ke Komisi Yudisial, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik

Pernyataan vulgar yang disiarkan secara langsung tersebut seketika memantik respons keras dari anggota legislatif, Matindas J. Rumambi, yang langsung mengajukan interupsi demi mendesak Syatori menarik ucapannya yang dinilai melukai perasaan jutaan calon jemaah haji tua di tanah air.

"Interupsi Pimpinan, saya ingin mengingatkan KBIHU untuk mencabut istilah lansia itu merepotkan. Ini live loh, ya. Jangan ada bahasa jemaah haji lansia itu merepotkan. Baik untuk dicabut kalimat itu. Makasih," tegur Matindas dengan nada tinggi memotong jalannya pemaparan.

Alih-alih melayangkan permohonan maaf, Syatori justru mencoba membela diri dengan bersikeras bahwa fakta di lapangan memang menunjukkan banyaknya jemaah uzur yang harus didorong menggunakan kursi roda saat prosesi tawaf, yang menurutnya memerlukan validasi kesehatan lebih ketat dari Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: KPK Temukan 55 Keping Platinum di Mobil Bupati Langkat, Nilainya Diperkirakan Capai Rp40 Miliar

Gelombang penolakan terhadap narasi Syatori kian meluas setelah potongan video rapat tersebut diunggah ulang oleh akun @mekahmadinahid di platform media sosial Threads pada Selasa (7/7/2026).

Ribuan netizen langsung membanjiri kolom komentar dengan sorotan tajam yang membela para lansia, seraya mengkritik balik ketidakpahaman sang ketua KBIHU terhadap akar masalah antrean haji di Indonesia yang mengular hingga puluhan tahun.

Banyak warganet yang menyuarakan pembelaan dengan menegaskan bahwa para lansia tersebut sejatinya mendaftar haji saat fisik mereka masih bugar dan berada di usia produktif.

Halaman:

Tags

Terkini