INSIBERNEWS - Menyoroti polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa MBG akan tetap dilanjutkan karena merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Meski demikian, pemerintah akan melakukan berbagai pembenahan, mulai dari efisiensi anggaran hingga penguatan sistem pengawasan agar pelaksanaannya lebih optimal.
Menurut Purbaya, pemerintah tidak memiliki rencana untuk menghentikan program tersebut. Sebaliknya, fokus utama saat ini adalah memperbaiki tata kelola agar manfaat MBG benar-benar dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Empat Tersangka Penyerobotan Lahan Ditangkap, Proyek Rusun Tanah Abang Tetap Berlanjut
"MBG merupakan program unggulan Bapak Presiden, jadi tidak bisa dihapus. Yang kami lakukan adalah membuat program ini menjadi lebih efisien karena sebenarnya program ini sangat baik," ujar Purbaya saat menjadi narasumber dalam podcast Denny Sumargo, dikutip Jumat, 3 Juli 2026.
Ia menilai program MBG memiliki dampak positif karena mampu membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun, ia mengakui pelaksanaannya selama ini masih menyisakan berbagai kelemahan yang kini tengah dibenahi.
"Program ini bisa membantu masyarakat yang kesulitan. Hanya saja, pelaksanaannya kemarin masih banyak celah dan sekarang sedang diperbaiki," katanya.
Baca Juga: Serikat Buruh Minta Dilibatkan dalam Restrukturisasi BUMN Demi Cegah Gelombang PHK
Anggaran MBG Turun dari Rp330 Triliun Menjadi Rp270 Triliun
Sebagai bagian dari evaluasi, Kementerian Keuangan melakukan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis.
Purbaya mengungkapkan, alokasi dana yang semula direncanakan mencapai Rp330 triliun kini diturunkan menjadi Rp270 triliun. Bahkan, tidak menutup kemungkinan anggaran tersebut kembali dikurangi apabila efisiensi dinilai masih memungkinkan.
"Awalnya kita alokasikan Rp330 triliun, kemudian turun menjadi Rp270 triliun. Nanti bisa saja turun lagi ke angka yang lebih rendah. Akan ada efisiensi besar-besaran sesuai arahan Bapak Presiden," jelasnya.
Baca Juga: Serikat Buruh Minta Dilibatkan dalam Restrukturisasi BUMN Demi Cegah Gelombang PHK
Meski begitu, ia meminta masyarakat tidak khawatir karena menurutnya setiap program baru pasti menghadapi berbagai kendala pada tahap awal pelaksanaan.
"Program pertama pasti masih banyak kekurangan. Itu hal yang wajar dan sekarang sedang kita benahi," ujar Purbaya.