INSIBERNEWS - Kontroversi lagu berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, terus menjadi sorotan publik.
Lagu berbahasa Sunda tersebut menuai kritik lantaran sejumlah liriknya dinilai merendahkan perempuan dan mengandung stereotip yang bersifat seksis.
Perdebatan bermula setelah beberapa potongan lirik lagu viral di media sosial. Sejumlah kalimat dianggap mengandung objektifikasi terhadap perempuan dan memicu reaksi keras dari berbagai kalangan.
Baca Juga: Belum Ditemukan, Mahasiswi Telkom University Nadira Az-Zahra Hilang Sejak 30 Juni 2026
Di antara lirik yang dipersoalkan adalah kalimat yang bermakna, "Andai saja menjadi perempuan, saat kelas tiga SMP sudah mengalami keguguran tujuh kali."
Selain itu, ada pula lirik yang menyinggung soal penggunaan bra hingga kehamilan yang dinilai tidak pantas dan berpotensi menyinggung kaum perempuan.
Kritik keras datang dari anggota DPR RI Komisi VIII, Atalia Praratya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Atalia menilai lirik lagu tersebut justru memperkuat budaya patriarki yang selama ini berusaha dilawan.
Baca Juga: Kejagung Tetapkan Tersangka Baru, Kasus Korupsi Program MBG Kian Meluas
Ia mempertanyakan mengapa narasi yang dianggap merendahkan perempuan justru muncul dari seorang kepala daerah.
"Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?" tulis Atalia.
Atalia juga mengaku kesulitan menemukan sisi positif dari lirik lagu tersebut.
Menurutnya, sekeras apa pun mencoba memaknainya, ia tidak melihat adanya pesan yang dapat dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap perempuan.
Baca Juga: Empat Tersangka Penyerobotan Lahan Ditangkap, Proyek Rusun Tanah Abang Tetap Berlanjut
Om Zein: Lagu Ditulis sebagai Refleksi Kehidupan Pribadi
Menanggapi polemik tersebut, Om Zein akhirnya memberikan penjelasan mengenai latar belakang penciptaan lagu yang kini menjadi perbincangan.