INSIBERNEWS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya kendala dalam pasokan batu bara kalori menengah yang dibutuhkan untuk operasional sejumlah pembangkit listrik milik PT PLN (Persero).
Kondisi ini disebut menjadi salah satu tantangan yang tengah dihadapi pemerintah dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional.
Menurut Bahlil, batu bara dengan nilai kalori sekitar 5.200 kcal/kg GAR saat ini semakin sulit diperoleh.
Di sisi lain, jenis batu bara tersebut merupakan salah satu bahan bakar utama yang banyak digunakan pembangkit listrik di berbagai wilayah Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa penurunan kualitas batu bara domestik menjadi faktor yang memengaruhi pasokan.
Seiring berjalannya waktu, kandungan kalori batu bara hasil produksi dalam negeri disebut terus mengalami penurunan sehingga memerlukan strategi baru agar kebutuhan energi tetap terpenuhi.
Baca Juga: Misteri Kematian Lansia di Taman Pramuka Tangerang, Ditemukan Terikat Kawat dan Sudah Membusuk
"Itu ada kendala memang sedikit terhadap batu bara yang medium kalori, yang 5.200. Kita kan tahu bahwa sekarang kalori batu bara kita semakin hari semakin rendah. Nah ini yang kita lagi cari solusinya, tapi secara yang lainnya enggak ada masalah," ujar Bahlil di Kompleks Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Kementerian ESDM sebelumnya juga mencatat bahwa total cadangan batu bara Indonesia mencapai sekitar 31 miliar ton.
Namun, hanya sebagian kecil atau sekitar lima persen yang memiliki kualitas kalori tinggi di atas 6.000 kcal/GAR yang biasanya menjadi incaran industri karena menghasilkan energi lebih besar.
Kondisi tersebut membuat pemerintah mulai memperhitungkan ulang strategi pemanfaatan batu bara nasional.
Ketergantungan yang terlalu besar pada batu bara berkalori tinggi dikhawatirkan dapat memengaruhi keberlanjutan pasokan energi dalam jangka panjang apabila cadangan terus berkurang.