Menurut Pigai, MBG menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk mempercepat peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat Indonesia.
Pigai menambahkan, program MBG memang dirancang untuk membantu kelompok masyarakat yang selama ini tertinggal agar memiliki akses lebih baik terhadap kebutuhan dasar.
“Program ini secara khusus menyasar kelompok rentan, kaum muda, serta masyarakat yang terpinggirkan agar lebih berdaya dan inklusif,” ujarnya.
Baca Juga: Gempa Bumi M 6,7 Guncang Palu, BMKG Catat Rentetan Gempa Susulan
Sebelumnya, Komnas HAM menyampaikan hasil pemantauan pelaksanaan MBG dan memberikan sejumlah rekomendasi evaluasi terkait pengawasan, transparansi, kualitas gizi, koordinasi antarlembaga, hingga perlindungan pekerja dalam program tersebut.
Pigai menilai berbagai masukan itu penting sebagai bahan penyempurnaan agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin optimal dalam memenuhi hak-hak dasar masyarakat. ***