INSIBERNEWS - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi memunculkan kekhawatiran akan terjadinya perpindahan besar-besaran konsumen ke BBM bersubsidi. Namun pemerintah menilai dampak pergeseran tersebut masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan sebagian pengguna Pertamax memang berpotensi beralih ke Pertalite setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Meski demikian, ia menilai perpindahan tersebut tidak akan terjadi secara masif.
Baca Juga: Bocah 6 Tahun Korban Bullying di Kramat Pulo Sadar Dari Kritis, Curhat Sering Dipalak dan Dipukuli
Menurut Purbaya, faktor utama yang membatasi perpindahan konsumen adalah spesifikasi kendaraan.
Tidak semua kendaraan dirancang untuk menggunakan BBM dengan kadar oktan lebih rendah sehingga banyak pengguna tetap akan memilih bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Ia menjelaskan bahwa konsumen yang selama ini menggunakan Pertamax umumnya mempertimbangkan kebutuhan mesin kendaraan mereka.
Baca Juga: 'Menuju Indonesia Bangkrut' BEM UI Gelar Aksi Demo Turun ke Jalan Bawa 5 Tuntutan Keras
Karena itu, kenaikan harga belum tentu membuat seluruh pengguna langsung beralih ke BBM subsidi.
Pemerintah juga belum memiliki data pasti mengenai besaran potensi perpindahan pengguna dari Pertamax ke Pertalite.
Oleh sebab itu, hingga saat ini belum dilakukan penghitungan khusus terkait kemungkinan tambahan beban subsidi yang harus ditanggung negara.
Baca Juga: VIP Indonesia Bersiap! BIGBANG Resmi Umumkan Konser di Jakarta 2027 Mendatang
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di Kompleks DPR RI saat menanggapi berbagai spekulasi mengenai dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi terhadap konsumsi energi nasional.
Pemerintah disebut masih terus memantau perkembangan perilaku konsumen pasca kebijakan tersebut diberlakukan.