INSIBERNEWS - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengimbau masyarakat yang masih menyimpan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) untuk segera menukarkannya ke rupiah.
Menurutnya, langkah tersebut bisa membantu memperkuat nilai tukar rupiah sekaligus menghindari potensi penurunan nilai dolar dalam waktu dekat.
Pernyataan itu disampaikan Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis. Ia mengungkapkan pemerintah saat ini telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS.
“Kalau minggu depan rupiah makin menguat, tentu sayang kalau masih menyimpan dolar. Jadi lebih baik ditukarkan sekarang,” ujar Dasco.
Baca Juga: VIP Indonesia Bersiap! BIGBANG Resmi Umumkan Konser di Jakarta 2027 Mendatang
Ia optimistis kebijakan yang sedang disiapkan pemerintah akan berdampak positif terhadap pasar keuangan nasional, termasuk terhadap nilai tukar rupiah dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menurut Dasco, meningkatnya kepercayaan publik dan pelaku pasar terhadap pemerintah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir.
“Dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan pemerintah. Saya yakin langkah itu akan membuat rupiah semakin kuat,” katanya.
Berdasarkan data perdagangan Kamis pagi, nilai tukar rupiah tercatat menguat tiga poin atau sekitar 0,02 persen ke level Rp17.941 per dolar AS. Posisi tersebut lebih baik dibanding penutupan sebelumnya di angka Rp17.944 per dolar AS. Sebelumnya, dolar AS bahkan sempat menyentuh level di atas Rp18.000.
Sementara itu, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan rupiah terjadi seiring mulai meredanya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Menurut Josua, penurunan harga minyak dunia dan keputusan pemerintah menyesuaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax turut membantu mengurangi tekanan terhadap anggaran negara.
“Kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia mulai mereda seiring pelemahan harga minyak global dan kebijakan penyesuaian harga BBM,” ujar Josua.
Baca Juga: Bocah 6 Tahun Jadi Korban Bullying, Tersengat Listrik hingga Koma dan Trauma