INSIBERNEWS - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Kamis (4/6/2026) seiring munculnya harapan baru terhadap meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Sentimen pasar membaik setelah Israel dan Lebanon dikabarkan sepakat melanjutkan gencatan senjata yang sebelumnya sempat berada dalam kondisi tidak menentu.
Pelaku pasar menilai keberlanjutan gencatan senjata ini dapat mengurangi risiko gangguan pasokan energi global dari kawasan Timur Tengah.
Selain itu, langkah tersebut juga memunculkan optimisme terhadap peluang meredanya konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Terseret Kasus Jual Beli Titik SPPG
Berdasarkan data perdagangan internasional, harga minyak mentah Brent turun sekitar 0,93 persen atau 91 sen ke level USD96,90 per barel.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat terkoreksi sekitar 0,85 persen atau 82 sen menjadi USD95,20 per barel.
Penurunan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga minyak melonjak hampir 2 persen. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah yang menjadi salah satu pusat produksi dan distribusi energi terbesar di dunia.
Baca Juga: Prabowo Resmi Copot Dadan Hindayana dari Kursi Kepala BGN, Nanik Suryati Kini Jadi Pemimpin Baru
Sebelumnya, ketegangan meningkat setelah muncul laporan mengenai serangan Iran ke wilayah Kuwait serta operasi militer Amerika Serikat di sekitar kawasan strategis Selat Hormuz.
Kondisi itu sempat mendorong investor memperkirakan adanya potensi gangguan terhadap jalur distribusi minyak global.
Baca Juga: Hari Ini Rupiah Kembali Melemah, Gejolak Timur Tengah dan AS Jadi Pemicu Utama
Meski demikian, kesepakatan untuk melanjutkan gencatan senjata memberikan sinyal positif bagi pasar energi.