Namun belakangan, muncul polemik setelah Cathlyn yang disebut berada di posisi tiga besar justru tidak masuk dalam hasil akhir seleksi. Posisi tersebut kemudian disebut digantikan peserta lain dari Kabupaten Jeneponto.
Kondisi ini memicu perdebatan luas di media sosial sekaligus menimbulkan dugaan adanya perlakuan tidak adil dalam proses seleksi.
Pendamping Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar, Alfarezal Suliano, mengaku telah membawa persoalan ini ke DPRD Sulsel.
Baca Juga: Ramai Iklan Pulau Katang Dijual Rp65 Miliar, Pemprov Kepri Buka Suara soal Status Hukumnya
Menurutnya, terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses seleksi yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik.
Alfarezal menyoroti dugaan pergeseran nama peserta yang sebelumnya berada di tiga besar. Ia juga mempertanyakan adanya unsur penilaian bahasa daerah dalam seleksi, sementara Cathlyn diketahui berasal dari etnis Tionghoa.
Ia mempertanyakan alasan peserta pengganti justru diambil dari nama yang disebut tidak berada dalam jajaran 10 besar, bukan dari peserta lima besar lainnya.
Menurut Alfarezal, terdapat dua peserta yang diduga tergeser tanpa penjelasan yang jelas sehingga menimbulkan tanda tanya besar mengenai transparansi seleksi.
Baca Juga: Viral! Takbiran Sound Horeg di Jepara Diduga Rusak Rumah Warga, Panitia Siap Ganti Kerugian
Kesbangpol Sulsel Tegaskan Seleksi Transparan
Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin, membantah adanya diskriminasi maupun pergantian peserta seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Arifin menegaskan seluruh tahapan seleksi Paskibraka Sulsel 2026 telah dilaksanakan secara transparan, objektif, dan sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia menyebut informasi yang viral di media sosial tidak sepenuhnya menggambarkan proses seleksi sebenarnya.
Baca Juga: Iran Tuding AS Langgar Gencatan Senjata, Pangkalan Amerika di Kuwait Diklaim Jadi Sasaran
Menurut Arifin, istilah “pergantian peserta” dinilai tidak tepat karena hingga tahapan akhir belum pernah ada pengumuman resmi mengenai tiga peserta terbaik yang akan mewakili Sulsel ke tingkat nasional.
Ia menjelaskan bahwa pengumuman tiga nama terakhir merupakan pengumuman awal sekaligus hasil resmi seleksi.