Kondisi cuaca buruk membuat helikopter tidak dapat menjangkau lokasi korban meski telah beberapa kali mencoba mendekat. Demi alasan keselamatan, pesawat akhirnya memutuskan kembali ke Denpasar.
Pada hari berikutnya, tim dari Edelweis Medical Health Centre (EMHC) bersama Basarnas kembali bergerak dari Pos Sembalun untuk mempersiapkan evakuasi udara sekaligus memberikan dukungan medis di lapangan.
TNGR Apresiasi Kolaborasi Tim Penyelamat
Balai TNGR memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Sejumlah instansi dan relawan ikut berperan dalam keberhasilan evakuasi, mulai dari Basarnas Mataram, EMHC, Asuransi Syariah Kita Bisa, SGI Air Bali, Nusa Medica Clinic, Unit SAR Lombok Timur, hingga para relawan dan petugas TNGR.
Baca Juga: Desak Pembebasan WNI, Indonesia Kutuk Tindakan Israel terhadap Relawan Global Sumud Flotilla
Kolaborasi lintas lembaga dinilai menjadi kunci keberhasilan penyelamatan di medan pegunungan yang memiliki tingkat risiko tinggi dan sangat bergantung pada kondisi cuaca.
“Semoga korban segera pulih dan seluruh tim yang bertugas selalu diberikan keselamatan,” tutup Astekita.
Evakuasi ini kembali menyoroti pentingnya kesiapan pendaki, perlindungan asuransi, serta koordinasi cepat antar tim penyelamat saat menghadapi insiden di jalur pendakian Gunung Rinjani yang dikenal memiliki medan menantang. ***