Meski demikian, pernyataan Pigai muncul di tengah sorotan terhadap laporan mengenai kasus kekerasan berbasis agama di Indonesia. Data yang dirilis Setara Institute pada Maret 2026 mencatat Jawa Barat berada dalam kelompok lima provinsi dengan angka kekerasan berbasis agama tertinggi.
Dalam laporan tersebut, Jawa Barat menempati posisi teratas dengan total 56 kasus. Sementara itu, Aceh berada di urutan kedua dengan 23 kasus, disusul Jawa Timur sebanyak 18 kasus, Jawa Tengah dengan 13 kasus, dan Jakarta yang mencatat 12 kasus.
Pernyataan Pigai pun memunculkan perdebatan mengenai indikator penilaian intoleransi dan sejauh mana data statistik dapat merepresentasikan kondisi sosial serta pengalaman hidup masyarakat di suatu daerah. ***